Instrospeksi

Instrospeksi

  • WpView
    LETTURE 3
  • WpVote
    Voti 0
  • WpPart
    Parti 1
WpMetadataReadIn corso
WpMetadataNoticeUltima pubblicazione sab, lug 21, 2018
berkaca pada diri sendiri itu perlu. untuk apa? untuk mengetahui bahwa kamu butuh instrospeksi diri. tak semua orang menyukai dirimu. mungkin mereka merasa jengkel saat kamu bicara tentangnya, merasa kecewa saat kamu menyakitinya, dan bahkan merasa sangat marah dan memilih diam saja daripada meladeni dirimu. kamu mungkin saja tak sadar bahwa ada orang lain yang membencimu secara diam-diam. kamu pun tak akan pernah tahu mana orang yang benar-benar baik kepadamu dan yang ingin memanfaatkan kamu saja. karena bisa jadi orang yang berada di dekatmu adalah orang yang bisa menyakitimu secara perlahan atau orang yang benar-benar peduli. namun tak dapat dipungkiri, menemukan orang yang benar-benar peduli dan tulus sangat sulit ditemui pada zaman sekarang. semua orang bahkan rela menjadi seperti orang lain hanya untuk mendapatkan perhatian dari yang lainnya. itulah mengapa banyak orang yang bermuka manis dengan hati yang keras. tapi kamu tak perlu menjadi seperti mereka. kamu hanya perlu menjadi kamu bagi dirimu sendiri. yang harus kamu lakukan adalah terus instrospeksi diri tanpa membatasi kritik dan saran dari orang lain. bersikaplah terbuka dan apa adanya. tak usah mengada-ada dan banyak drama. bersyukur adalah kunci untuk hidup bahagia.
Tutti i diritti riservati
Entra a far parte della più grande comunità di narrativa al mondoFatti consigliare le migliori storie da leggere, salva le tue preferite nella tua Biblioteca, commenta e vota per essere ancora più parte della comunità.
Illustration

Potrebbe anche piacerti

  • SasuHina - Love Story
  • flashback~
  • HAK UNTUK BUNUH DIRI
  • Friend Zone
  • 𝓐𝓴𝓾 𝓢𝓮𝓵𝓪𝓵𝓾 𝓜𝓮𝓶𝓪𝓷𝓭𝓪𝓷𝓰 𝓛𝓪𝓷𝓰𝓲𝓽 𝓑𝓲𝓻𝓾 𝓘𝓽𝓾
  • L.O.S.T Don't Know How to Love
  • Bukankah ini Hidupku?
  • Always Be With You
  • Eysha Love Story'
  • Menulis untuk Diri Sendiri

Aku terus menahan semua yang ada di hati dan pikiranku. Mencoba tersenyum di depannya meski tidak tulus. Badai.. Ada badai di hatiku yang berkecamuk. Begitu menyakitkan, membuatku muak. Aku tak pernah merasakan hal seperti ini sebelumnya. Kenapa sakitnya tidak mau hilang.. Kenapa rasanya begitu menyakitkan..

Più dettagli
WpActionLinkLinee guida sui contenuti