Kisah Erina

Kisah Erina

  • WpView
    Reads 75
  • WpVote
    Votes 16
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadComplete Mon, May 27, 2019
"Selamat pagi dunia...",ucap Erina ketika ia bangun dari tidurnya. Lalu ia melirik jam yang ada diatas meja tepatnya dismping tempat tidurnya,"Apa jam 06.15 ?",teriaknya ketika jarum jam menunjukkan jam enam lebih limabelasmenit. "Oh..tidak aku kan belum sholat subuh ", memang semalam Erina tidur agak malam ,sudah kebiasaannya kalau besok hari minggu ia selalu saja ingin menghabiskan waktu malamnya entah untuk apa. Kemudian Erina cepat cepat menuju kamar mandi untuk wudhu,,,setidaknya walau kesiangan ia tetap melaksanakan sholat.Setelah selesai berwudhu Erina langsung sholat,
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Catatan Hijrah
  • TERAWIH, ORINE [End]√√
  • kisah cinta zeaka [nazea & shaka] [END]
  • SERIBU HADITS✓
  • "PERJUANGAN CINTA BEDA AGAMA"
  • KANALA (TERBIT)
  • Karena-Nya Kita Ada [ON-GOING]
  • Di Masa SMP Ku
  • Kekasih Yang Tertunda
  • Badgirl Masuk Pesantren (END)

CATATAN HIJRAH. "Lo tadi pagi salat subuh di mana?" Kubuka mataku, tapi tidak fokus padanya. Satu detik, dua detik, lima, enam, sepuluh. Akhirnya aku menoleh. Ibas menatapku dengan binar yang tak kumengerti. Sepasang bibirnya mengatup. "Salat subuh itu sebagai kepala dalam ibadah. Mau lihat seseorang, lihat dari subuhnya." Kini dia bengong. Apa dia tidak tahu? "Lo salat, kan?" "Lo bisa baca Alquran? Bukan, bukan sekedar baca, tapi benar mahkrojul hurufnya juga. Yang penting tajwidnya." "Lo muslim bukan, sih? Lo tahu kewajiban seorang muslim, kan?" Kini keningku berkerut. "Dalam islam, pacaran itu haram hukumnya," bisikku mendekat padanya. Aku harap cuma dia yang dengar. -NADA * Sekian tanya itu membuat Ibas bungkam. Apa yang akan dia lakukan untuk menakhlukkan hati gadis yang malah tertawa saat dia tembak. Bagimana jungkir baliknya Ibas memunguti memori akan pelajaran yang pernah dia lupakan. Agama. Ikuti perjalanan Ibas ya, temukan jawabanya di buku ini. Penulis: Retno Nofianti.

More details
WpActionLinkContent Guidelines