Kisah Erina

Kisah Erina

  • WpView
    LECTURAS 75
  • WpVote
    Votos 16
  • WpPart
    Partes 2
WpMetadataReadConcluida lun, may 27, 2019
"Selamat pagi dunia...",ucap Erina ketika ia bangun dari tidurnya. Lalu ia melirik jam yang ada diatas meja tepatnya dismping tempat tidurnya,"Apa jam 06.15 ?",teriaknya ketika jarum jam menunjukkan jam enam lebih limabelasmenit. "Oh..tidak aku kan belum sholat subuh ", memang semalam Erina tidur agak malam ,sudah kebiasaannya kalau besok hari minggu ia selalu saja ingin menghabiskan waktu malamnya entah untuk apa. Kemudian Erina cepat cepat menuju kamar mandi untuk wudhu,,,setidaknya walau kesiangan ia tetap melaksanakan sholat.Setelah selesai berwudhu Erina langsung sholat,
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Sepertiga Malam Tentangnya
  • Karena-Nya Kita Ada [ON-GOING]
  • Catatan Hijrah
  • kisah cinta zeaka [nazea & shaka] [END]
  • "PERJUANGAN CINTA BEDA AGAMA"
  • Dibalik Lencana Dan Sketsa
  • Story Nisya
  • TERAWIH, ORINE [End]√√
  • Sebuah Takdir
  • Story Aurani&umji (Garis Pintu Dua Dunia)

#1 in fisabilillah (29/09/20) CERITA SUDAH TERSEDIA DI DREAME DENGAN VERSI YANG LEBIH LENGKAP DAN SUDAH DIREVISI. KETIK JUDULNYA DI PENCARIAN LANGSUNG, YA:) •°•°•°• Kala fajar belum terbit, masih bersembunyi di balik pekatnya gulita. Di pagi buta, sang angin memeluk hangat para pemilik raga. Menggenggam angan. Memupuk berjuta harapan. Melangitkan doa ke angkasa Tuhan. Membisikkan sesuatu pada bumi, melalui sujud di hadapan sang Ilahi. Bergumam bersama angin, bercerita pada semesta melalui suara hati. Tahukah kamu, hal apakah di balik semua itu? Jawabannya ialah kamu. Kamu yang selalu berada di balik kata "semoga". Kamu yang tetap menjadi "Aamiin" teristimewa. Izinkan aku meminjam namamu, untuk ku perbincangkan bersama Rabb-ku kala sepertiga malam menyapa tidurku dengan lembut. Perihal lenganku yang belum bisa meraih pelukmu, maka izinkan aku mencintaimu dalam diam, mendekapmu dalam doa, dan memelukmu dalam sujud. •°•°•°• Bibirnya nampak menerbitkan senyum kecil sembari menatap gelapnya langit malam dari jendela kamar. Balutan mukenah masih memeluk raganya. Ia baru saja berbincang dengan Allah melalui perjumpaan doa. "Sepertinya, Allah menciptakanmu saat tersenyum. Sehingga kamu semanis itu, sehangat itu, semenyejukkan itu, juga semerindukan itu." "Setelah sholat tahajjud tidur, ya. Selamat malam, kamu." • Keisya Savierra Assalafiyah • •°•°•°• No copy paste guyss!! Buat karya dengan ide dan pemikiran kalian sendiri!

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido