Its My Pen

Its My Pen

  • WpView
    Reads 46
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Aug 14, 2019
Kumpulan puisi tentang cinta seorang gadis. Ia banyak merasakan bermacam macam rasa setiap ia jatuh cinta, seperti strawberry, coklat, vanilla dan mocha. Eits eits saya lupa ini bukan martabak manis tapi rasa cinta. Ia pernah merasakan terbang ke awan akibat cinta nya terbalas, pernah juga merasakan jatuh terperosok kedalam jurang karena harapan nya terlalu tinggi. So baca ya gaes Jangan lupa vote, komen dan share Masih newbie jadi perlu banyak banyak kritik dan saran nya Dont forget to add in your private library
All Rights Reserved
#25
aksaracinta
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ayo menepi dulu, sebentar saja.
  • Aksara Tak Bertuan
  • Kitab Romancuk
  • LANGIT YANG TAK PERNAH PULANG
  • Quotes Cinta Dalam Diam
  • Waktu Senggang (SEGERA TERBIT!)
  • Lara yang tak kunjung USAI ||•ondah•||
  • Obstacles eternal love || Fresha (End)

[HIATUS] Indira tidak pernah meminta untuk dilahirkan dengan tubuh yang lemah. Tapi hari-harinya kini dipenuhi detak mesin, jarum-jarum tajam, dan dinding rumah sakit yang dingin. Tubuhnya tidak pernah benar-benar sembuh, tapi pikirannya terus mencoba kuat. Karena di sisi lain, ada Ella. Seseorang yang selalu ada di sana, dengan sabar, lembut, dan tak pernah menyerah. Ella yang datang dengan susu kotak saat dunia rasanya hambar, yang menemani sesi cuci darah meski hanya bisa duduk diam sambil menggenggam ujung jaket Indira. Namun semakin hari, semakin terasa: ada batas yang tak bisa lagi mereka pura-pura tak lihat. Indira mulai menjauh, bukan karena tidak cinta, tapi karena takut cinta itu perlahan berubah jadi beban. Ia merasa tak lagi layak untuk dicintai, apalagi saat tubuhnya sendiri terkadang tak sanggup berdiri lebih lama dari lima belas menit. Sementara Ella terus bertanya; mengapa kak Indira menarik diri? Apa salah jika ia ingin tetap di samping seseorang yang ia pilih untuk ia perjuangkan? Di antara rasa sayang dan amarah yang terpendam, keduanya mulai kehilangan arah. Mereka tak pernah bertengkar, tapi diam-diam saling menyimpan luka. Sampai pada akhirnya, sebuah sore yang sunyi di stasiun kecil menjadi saksi bahwa: keduanya duduk berdampingan, tanpa banyak kata. Hanya ada satu kalimat dari Ella, pelan namun penuh makna, "Ayo menepi dulu, sebentar saja." Bukan untuk pergi, bukan untuk berakhir. Tapi untuk istirahat dari semua hal yang memaksa mereka menjadi kuat setiap waktu. Namun yang tidak mereka tahu adalah... kadang, yang kita anggap hanya sebentar bisa jadi jeda terakhir sebelum semuanya berubah. "Aku ngerasa kayak mayat hidup, El..." "Ada aku, Ada Ella... Semuanya akan baik-baik aja, kak. Trust me..." Start ; Fri, May 16, 2025 End ; - By. awmawindh |; Seraphine.daine

More details
WpActionLinkContent Guidelines