Cinder-ella di Pesantren

Cinder-ella di Pesantren

  • WpView
    Reads 128,952
  • WpVote
    Votes 5,999
  • WpPart
    Parts 27
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jan 27, 2025
Cerita hanya fiktif belaka ya guyys! Higgest rank on: #1-salaf (13-11-2018) #1-penjara (13-11-2018) #1-pondok (23-03-2019) "Aku nggak mau, nikah sama kamu hanya gara-gara sandal jepit kamu itu." -Abbad Nailun Nabhan "Aku ingin bersamamu seperti sandal jepit itu. Saat yang satunya ilang. Yang satunya tetep nunggu yang ilang untuk kembali. Hingga akhirnya mereka bersatu kembali sampai talinya putus" -Laila Najmu Muniroh
All Rights Reserved
#50
writingprojectae
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Hug Me When Halal (END)
  • Our Secret [SUDAH TERBIT]
  • Assalamualaikum, Gus ✔ [Terbit]
  • 10. Saktah
  • SYAFIQ || Nemu Jodoh di Pesantren
  • Attha 2 : Imamnya Salwa
  • GuS [END]
  • PERANTARA SURGAKU [END]
  • Muhammad Ziyad Emir Al Fatih
  • Takdir Yang Tertunda
  • Manajemen Rumah Tangga ✔
  • Ya Umma Awlaadii 'NaZa' || On Going
  • Istri Nakal Gus Afan
  • GUS HANIF
  • Aamiin bersamamu [ ENDING ]
  • 𝐌𝐮𝐧𝐚𝐣𝐚𝐭 ✔
  • Afnan Al-Farizi
  • Ijbar [Selesai]
  • Gus Ali Abizar {SELESAI}
  • Mendadak Ning (Selesai)

📚Teenfic-Spiritual "Terima kasih, sampai detik ini gus masih baik banget sama Maira. Maira enggak pernah nyangka kalau gus masih mau nolongin Maira. Maira tau semuanya tentang apa yang membuat gus menjauh dari Maira. Kita sama-sama berkorban, ya. Kalau memang Allah mentakdirkan kita bersama, semua akan dipermudah. Semangat ya, Gus." Air mata Maira kini sudah tidak dapat dibendung, ia menutup mulutnya sendiri agar Wafa tidak mendengar isakannya. Wafa menoleh kepada Maira sebentar, mendapati Maira yang menangis Wafa langsung melenggang pergi dan masuk ke mobil. "Suatu saat nanti, kita akan berdampingan. Tidak ada yang mendahului dan terdahului. Enggak tau kenapa Maira yakin banget kalau nantinya kita bisa bersatu, Gus."

More details
WpActionLinkContent Guidelines