Love Me Right

Love Me Right

  • WpView
    Reads 22
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jul 14, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
Cinta pertama bukanlah kesan pertama, karena kesan pertama lebih memikat ingatan dan perasaan. selalu membuat jantungmu berdegup kencang. "Masih mengingat ku? apa kabar mu?" David Leonard Chandra "Leo!!! ", oh tidak ada apa dengan detak jantung ku? apa aku sakit? apa aku terkena serangan jantung? apa aku akan mati? batin Ayana Puteri. Leo bukan lah cinta pertama. Melainkan lelaki pertama yang memberikan kesan seorang pria pada Ayana kecil. "Pute" panggilan Leo pada teman kecilnya. kesan pertama yang mengalahkan cinta pertama. akankah mereka saling mengerti dan memahami??? seperti apa hubungan mereka selanjutnya??? vote dan comment ya readers... ini cerita pertama ku... 🤩🤩🤩 ~Micha~
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Cinta Cake
  • Salah Sangka,Salah rasa!
  • Story of My Life With You
  • Andira [End]
  • Conversation about First Love
  • Memory Of First Love [Completed] ✓
  • GLANCE
  • Antara dosa dan Cinta Pertama
  • The Chance
  • MY FIRST LOVE STORY

"Kan, apa sih cinta menurut lo?" Tanya Kevin seraya tersenyum menatap langit sore. Kania terdiam sejenak menatap Kevin. Hatinya tiba-tiba sakit. "Gue nggak terlalu paham tentang definisi cinta, yang jelas cinta itu menyenangkan. Walau terkadang menyakitkan." Ujar Kania seraya menatap langit sore. "Menurut gue cinta itu seperti cup cake." Kania menatap Kevin penasaran. Kevin tersenyum membayangkan wajah Sabrina yang tersenyum menatapnya. "Terlihat manis dan menyenangkan. Ingin rasanya mencoba dan mencari tau seperti apa rasanya. Ternyata rasanya sangat manis. Seperti cinta." Ujar Kevin seraya membayangkan Sabrina. "Vin?" panggil Kania dalam hati. "Kan? Aku berharap kamu juga merasakan apa yang aku rasakan saat ini." Kania menganggukkan kepala sembari tersenyum menatap Kevin. "Iya. Pasti! Suatu saat nanti." Jawab Kania. Mereka menatap langit sore bersama.

More details
WpActionLinkContent Guidelines