Kenapa takdir begitu kejam dengan diriku?
Berteman dengan sepi adalah makananku sehari-hari. Kadang aku sempat mengeluh dengan keadaan yang seperti ini. Tapi lama kelamaan aku sadar, jika Tuhan memberikan ku ujian ini supaya dia tau apakah aku bisa melewatinya atau tidak.
Akan aku tunjukkan kepada Tuhan jika aku bisa melewati setiap ujian yang dia berikan kepadaku. Walaupun tak ada satupun orang yang mendukungku untuk melewati setiap ujian yang diberikan Tuhan kepadaku.
Hingga suatu hari aku bertemu dengan seseorang yang sangat peduli denganku seperti apa yang dilakukan kakek kepadaku semasa hidupnya, dia yang telah memberikan warna baru untuk kehidupan yang dulunya berwarna pudar sekarang bisa menjadi warna yang sangat terang.
Aku memohon kepada Tuhan supaya tidak mengambil orang yang ku sayangi ini lagi. Tapi ternyata Tuhan berkata lain.
{FOLLOW KALAU SUKA, MENTEMEN}
"Karel, kamu sudah makan?
"Peduli banget gue udah makan apa enggak,"
"Eh ... Dengar ya ... Lo disini bukan berarti lo bebas mau tau tentang gue"
"Kamu harus makan,"
"Kata mama, maag kamu tidak boleh kambuh lagi"
"Mau lo apasih? Hah?,"
"Terserah gue makan apa enggak, gak ngaruh ke elo, gue sakit apa enggak itu bukan urusan lo"
"Jelas itu urusan aku, aku gak mau kamu sakit"
"Lo suka gue?"
"Kalau iya kenapa?"
"Jauhin perasaan lo, karena sampai kapan pun lo akan selalu sama dimata gue,"
"Pembunuh!"
***
Mungkin dari sekian cerita yang ada, ceritaku ini tak sebanding dengan cerita lainnya. tapi jujur ini aku mendalami banget biar suasana hati para tokohnya nyampai ke kalian juga hehehe.
Mau tau kisah mereka? yuk mampir siapa tahu nambah.
Baca Prolognya aja dulu. Kalau gak suka dimohon dengan hormat buat meninggalkan lapak ini.
Menarik? monggo di baca gak ngurangin rasa hormat saya ke kalian :)
Plagiat tidak diperbolehkan karena hak cipta dilindungi undang-undang.
Ditulis : 14 Agustus 2021
Publis : 3 Januari 2022
End : 21 Oktober 2025
Cover by @Pinterest
Edit by me