Lelaki Penebus Takdir (Sudah Terbit)

Lelaki Penebus Takdir (Sudah Terbit)

  • WpView
    Reads 2,121
  • WpVote
    Votes 93
  • WpPart
    Parts 15
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Feb 8, 2019
Semangat yang membara dari jiwa Maudi yang seorang aktifis terpaksa harus direnggut oleh kenyataan. Maudi menyebutnya takdir yang tidak memihak. Bagi Maudi, belasan tahun ia hidup damai, merasa bahwa dirinya sama dengan remaja yang lain. Namun, kenyataan menohoknya. Ia mengetahui asal-usul dirinya yang 'hina' semenjak ia mendengar percakapan ibunya dengan seorang mucikari setengah baya dari kota Jakarta. Ya, Maudi merasa ia anak haram, hina, tidak terhormat. Ia lahir tanpa kejelasan status siapa ayahnya. Ia lahir akibat pekerjaan kotor ibunya di masa lalu. Takdir meluluhlantakkan semangatnya. Ia terpukul dan bimbang. Lalu, memutuskan untuk membenci takdir dengan cara mengikuti jejak ibunya di masa lalu. Ia mengambil keputusan besar dalam hidupnya, untuk menjadi ... pemuas nafsu pria hidung belang. Ia langkahkan kakinya pergi dari Sukabumi, menuju Jakarta, untuk melampiaskan dendamnya pada takdir. Menjijikkan, bukan? Namun Maudi merasa dendamnya pada takdir akan terbalaskan dengan keputusan besarnya itu. Ia ... sudah terlanjur 'hina'. Perang batin terjadi di jiwanya. Akal sehat membisikkan iman. Nuraninya kebingungan dan tak siap menjalankan pekerjaannya. Lalu, adakah yang mampu menolongnya setelah ia terlanjur basah? Jawabannya ada. Dialah Bagas, lelaki yang datang dengan kekecewaan besar. Ternyata dialah yang dikehendaki Tuhan untuk menebus takdir Maudi, tentu dengan kisah-kisah pilu dan mengiris hati tak lekang mengiringi. Siapa sangka, perjalanan mengenal Bagas malah mengungkap misteri identitas ayah kandungnya, Maudi begitu takjub dengan jalan hidup. Ada cinta yang menyelinap dalam dada Maudi dan Bagas. Maudi membawa kecewanya. Bagas membawa kecewanya. Mereka berdua melebur kecewa menjadi kata bahagia, yang entah itu akan selamanya atau hanya sementara. Namun, apapun yang terjadi pada akhirnya, mereka iman kepada takdir. Mereka yakin akan kekuasaan dan jalan hidup yang digariskan Tuhan ... untuk mereka.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Gasya (End)
  • BAYANG
  • Cinta Bukan Pilihan
  • Perasaan Yang Sama
  • Surat Untuk Takdir [ ON GOING ]
  • Takdir cinta berawal masjid ( TAMAT )
  • Garis Takdir Adinda (END) ✓
  • Disatukan Oleh Perjodohan [END]
  • Jodoh Pilihan Allah [END]

16+ Bagi Bagas, Rasya itu lucu, menarik, apa adanya, tidak jaim, galak, dan dia tidak manja. Mungkin itu saja tidak cukup untuk mendeskripsikan seorang Rasya. Bagas sayang terhadapnya, entah sejak kapan perasaan itu muncul. Perasaan yang diam-diam ia pendam tanpa sepengetahuan Rasya. -------- Bagi Rasya, Bagas itu usil, nyebelin, seram kalau lagi emosi, dan jangan lupa dia itu selalu tersenyum padanya. -------- Hal yang menarik adalah, ketika kamu di jodohkan dengan musuhmu sendiri. Apalagi jika sudah menjadi garis takdir, akankah kalian ingin mengubahnya? Ini bukan zaman Siti Nurbaya, ini zaman modern. Perjodohan bukan hal yang mudah untuk di terima dan bukan hal yang sulit untuk di tolak. Tetapi lain lagi dengan permainan takdir yang di alami mereka berdua. Menolak tak bisa, menerima tapi ada keraguan. Apakah mereka akan tetap di jalannya masing-masing? atau mereka memang akan menjalani kehidupan bersama hingga rumah tangga bahtera? Cover photo by pinterest Created by me and don't copy my story! (Belum revisi dengan tulisan yang cukup berantakan)

More details
WpActionLinkContent Guidelines