Love Unsaid

Love Unsaid

  • WpView
    LECTURAS 229
  • WpVote
    Votos 20
  • WpPart
    Partes 9
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación vie, abr 26, 2019
Aghista Fara Hilya dan Alfarazi Bima Putra mengajarkan kita untuk segera melakukan apa yang seharusnya dilakukan, memberi apa yang selayaknya diberi, dan menyatakan sebuah kejujuran yang memang sudah sepantasnya dinyatakan, sebelum terlambat. Karena tak peduli bagaimana kondisinya, waktu akan terus bergerak. Dan tidak ada satupun di dunia ini yang tahu kapan waktu akan berhenti berjalan, bukan?
Todos los derechos reservados
#178
shs
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • feel blue
  • Lelaki yang Menyimpan Senja di Matanya
  • Our Times (Completed)
  • Only You
  • CLOSER
  • Rahasia Rasa (COMPLETE)
  • Rasa dan Harapan
  • SOULMATE: Always and Forever Aldo
  • F A K E ? [End]
feel blue

Kalila telah menyukai Rafi sejak lima tahun yang lalu. Diam-diam, ia menyimpan rasa yang tak pernah padam. Rafi adalah pusat semestanya-sosok yang tak tergapai, namun selalu hadir dalam benaknya, bahkan dalam hal-hal kecil sehari-hari. Kalila menyebutnya cinta, tapi sahabatnya, Mika, lebih sering menyebutnya obsesi. Katanya, Kalila terlalu melankolis untuk ukuran seorang gadis remaja. Selama lima tahun itu pula, Rafi telah berganti pacar sebanyak musim berganti. Kalila? Ia tetap berdiri di tempat yang sama: mengagumi dari kejauhan, tanpa pernah berani menyapa, apalagi berharap dibalas. Rafi bahkan mungkin tak tahu namanya. Kalila menulis puisi ataupun pantun kepada Rafi berharap perubahan dan menciptakan skenario-skenario yang hanya hidup dalam kepalanya sendiri. Namun waktu berjalan, dan hidup tak pernah menunggu. Ketika kenyataan mulai menggerus mimpinya, Kalila pun mulai bertanya: sampai kapan ia akan bertahan dengan rasa yang tak pernah diberi ruang untuk tumbuh? Lantas, mau diapakan perasaan Kalila sekarang ini? Haruskah ia tetap diam dalam bayang-bayang, atau justru mulai menulis kisahnya sendiri-dengan atau tanpa Rafi di dalamnya?

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido