Puan Aksara

Puan Aksara

  • WpView
    Reads 4,885
  • WpVote
    Votes 532
  • WpPart
    Parts 161
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Mar 18, 2019
Ini adalah pengingat bagi hati yang pernah patah, bahwa sesekali tak apa menengok masa lalu yang berisikan duka. Kenanglah masa lalu, kenanglah aku walau tak sempat membahagiakanmu. Bahagialah selalu! Puanaksara. . . . . Haii namaku ana. Umurku 18 tahun. Disini tempαtku berbαgi kisαh, entαh itu sukα αtαupun dukα. Aku hαnyαlαh gαdis remαjα yαng penuh dengαn mαsαlαh. Menulis αdαlαh lαmpiαsαn ku, tαpi bukαn berαrti semuα yαng kutulis fαktα. Beberαpα αdαlαh fiksi kok♡
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Work Life, Love Balance (END)
  • MANAGER KEUANGAN [END]
  • Favorite Lecturer
  • Menuju Seperempat Abad [End]✓
  • Spicy
  • Semestinya Cinta ( Selesai )
  • Goodbye, Hello?
  • Half Of My Heart ​[UNDER REVISION]
  • Tanda Seru
  • THE REBELLOUSE! [END]

Siena Zahra tidak pernah menyangka keputusan impulsif untuk menemani sahabatnya--Raline, melakukan kopdar Tinder dengan identitas palsu akan berubah menjadi mimpi buruk yang merembet sampai ke kantor. Waktu itu, demi keamanan karena itu pengalaman pertama Raline dalam dunia dating apps, mereka sepakat memakai nama dan pekerjaan palsu. Pertemuan berlangsung canggung-apalagi karena Dipta, cowok Tinder itu, ikut membawa temannya, pria dengan tatapan dingin dan observan bernama Naresta Dirgantara. Siena tahu pria itu mencurigainya, tapi dia berpura-pura santai. Mereka pulang dan menganggap semua itu hanya pengalaman lucu yang tidak perlu diingat lagi. Dua minggu kemudian, hidup Siena jungkir balik. Perusahaan mengumumkan atasan baru di divisi Siena. Masuklah pria yang sama. Pria dari kopdar itu. Naresta Dirgantara. Dan tatapan lelaki itu tepat seperti dugaan Siena--dingin, menilai, sinis, seolah berkata "Aku tahu kamu penipu." Sejak hari pertama, Siena menjadi target perhatian Naresta dan bukan yang menyenangkan. Setiap laporan, rapat, hingga keputusan kecil pun selalu dipertanyakan. Seakan Naresta sengaja menjadikan masa lalu singkat itu sebagai alasan untuk meruntuhkan profesionalitas Siena.

More details
WpActionLinkContent Guidelines