Tomorrow
  • WpView
    Reads 244
  • WpVote
    Votes 72
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Aug 10, 2018
Han Nu Ra: Sebelumnya aku tidak pernah berharap ingin hidup lebih lama. Meski kutahu aku akan mati besok, aku ingin mati hari ini. Aku harus mengakhiri rasa sakitku. Aku ingin tiada. Tapi ketika aku bertemu dengannya, di suatu sore yang mendung dan dingin, saat hujan membasahi kota Seoul, aku memohon pada Tuhan agar Dia berbaik hati memberikan satu hari lagi untukku. Aku tak ingin mati hari ini, tak ingin mati besok. Aku harus hidup. Aku ingin bersama Kim Ju-Ahn Kim Ju-Ahn: Aku tidak punya harapan apapun. Aku telah menyingkir dari orang-orang. Aku 'melenyapkan' diriku agar ketika aku pergi, tak ada orang yang akan menangisiku. Aku akan pergi diam-diam. Aku hanya perlu.... bersembunyi. Lalu suatu ketika, aku melihatnya berdiri di depan toko kaset, menunggu hujan berhenti. Sesuatu dalam diriku bergetar, kemudian aku mendapati diriku ingin hidup. Tapi, apa yang harus kulakukan? Jika aku ingin tetap hidup, maka gadis itu harus mati. Apakah aku harus hidup meski satu-satunya cara adalah dengan membunuhnya?
All Rights Reserved
#401
korean
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SUGAR SUGAR LOVE (TAMAT)
  • You Are My Sunshine ✔️
  • [END] Eternal Crystal
  • BYE, MANTAN! (TAMAT)
  • [End] Behind The Color
  • The Grim Reaper

Seorang pendengki, pemarah, dan tidak tahu diri. Itulah diriku pada kehidupan pertama. Lantas pada kehidupan kedua aku belajar dari pengalaman: berhenti iri terhadap kehidupan orang lain, berusaha menerima segalanya dengan sudut pandang baru, bersekolah, lulus dengan nilai memuaskan, dan menjadi wartawan. Akan tetapi, ketika kehidupan membaik roda nasib justru menggilasku. Sekali lagi mencicipi dinginnya maut. Kupikir akan terlempar ke dimensi lain dan menjalani kehidupan baru. Namun, salah! Aku kembali ke kehidupan awalku sebagai Nana, putri adopsi keluarga Austen. Sialan! Eh tunggu dulu. Sepertinya aku baru menciptakan sedikit kerusuhan-ahahaha! Oke, saatnya mengumpulkan uang. Tidak ada salahnya meninggalkan keluarga Austen sebelum pemuja Joana, putri kandung keluarga Austen, membunuhku. Persetan dengan mereka semua. Masa bodoh dengan para nona kaya yang ingin menyingkirkan Joana. Aku muak! Sudah saatnya memikirkan diri sendiri (dengan cara sehat) dan ucapkan perpisahan. √ Berhenti mengejar cowok yang tidak mau membalas cintaku. √ Mengumpulkan uang. √ Saatnya menikmati mode pengangguran makmur. Selamat tinggal kemelaratan, rendah diri, dan masalah hidup! Aku mau jadi cewek bahagia! Bye!

More details
WpActionLinkContent Guidelines