Story cover for Tomorrow by Molly_moore192
Tomorrow
  • WpView
    LECTURAS 243
  • WpVote
    Votos 72
  • WpPart
    Partes 9
  • WpView
    LECTURAS 243
  • WpVote
    Votos 72
  • WpPart
    Partes 9
Continúa, Has publicado jul 22, 2018
Han Nu Ra:  Sebelumnya aku tidak pernah berharap ingin hidup lebih lama. Meski kutahu aku akan mati besok, aku ingin mati hari ini. Aku harus mengakhiri rasa sakitku. Aku ingin tiada. Tapi ketika aku bertemu dengannya, di suatu sore yang mendung dan dingin, saat hujan membasahi kota Seoul, aku memohon pada Tuhan agar Dia berbaik hati memberikan satu hari lagi untukku. Aku tak ingin mati hari ini, tak ingin mati besok. Aku harus hidup. Aku ingin bersama Kim Ju-Ahn

Kim Ju-Ahn: Aku tidak punya harapan apapun. Aku telah menyingkir dari orang-orang. Aku 'melenyapkan' diriku agar ketika aku pergi, tak ada orang yang akan menangisiku. Aku akan pergi diam-diam. Aku hanya perlu.... bersembunyi. Lalu suatu ketika, aku melihatnya berdiri di depan toko kaset, menunggu hujan berhenti. Sesuatu dalam diriku bergetar, kemudian aku mendapati diriku ingin hidup. Tapi, apa yang harus kulakukan? Jika aku ingin tetap hidup, maka gadis itu harus mati. Apakah aku harus hidup meski satu-satunya cara adalah dengan membunuhnya?
Todos los derechos reservados
Regístrate para añadir Tomorrow a tu biblioteca y recibir actualizaciones
O
#420seoul
Pautas de Contenido
Quizás también te guste
Canvas of Love (Repost) de GaluhCahya8
17 partes Continúa
Berapa banyak pengorbanan yang harus kujalani demi mendapat pengakuan darimu, Ma? Itulah pertanyaan yang melekat erat, terpaku, begitu dalam di memoriku. Mama yang tidak mau memasukkanku ke dalam dunianya, memilih membuangku demi cintanya kepada keluarga baru, dan menjadikanku pengemis kasih sayang. Segala cara kulakukan agar terlihat pantas baginya, bagi Mama, hingga ajal menjemput. Hatiku beku, segala cinta yang kuharap ternyata sepihak saja. Namun, ada keajaiban lain yang mengirimku ke kehidupan baru. Kepada keluarga baru. Menjalani segala hal yang dulu begitu kudamba. Di sinilah keluarga yang tidak memaksaku memohon sesendok perhatian dan segenggam kasih. Aku tidak perlu mengemis sama sekali. Akan tetapi, segala yang indah pun memiliki akhir. Maut kembali bertandang, membawaku menjauh dari hartaku yang paling berharga. Kupikir aku akan benar-benar dikirim ke dasar kehancuran setelah dipisahkan dari cahaya mentari. Sumber kebahagiaan. Namun, hal aneh terjadi. Aku kembali ke kehidupan pertamaku. Ke neraka yang menempaku sebagai makhluk menyedihkan, manusia yang tidak punya harapan. Kali ini aku takkan bertindak bodoh. Sudah cukup mengemis perhatian Mama. Aku tidak butuh segala pengharapan palsu yang dulu mati-matian kuperjuangkan. Segala yang tidak ditujukan bagiku tidaklah penting. Sekarang aku akan menjalani kehidupan sesuai dengan kehendak milikku, pilihanku, sebagaimana yang pernah diajarkan oleh keluargaku di kehidupan kedua. Aku bukan lagi seekor ngengat yang tergoda cahaya di malam hari.
AIRIS de _Innursal21
14 partes Concluida
Jangan pernah takut kehilangan orang yang kita cinta. Karena sejatinya, seseorang akan bersama dengan orang yang di cintainya. Sebesar apapun halangan nya, seberat apapun rintangan nya. Kalo memang takdirnya bersama maka tidak akan berpisah. "Kakak jahat, mana janji kakak untuk selalu ada buat aku? MANA?" Gadis itu berteriak sangat histeris seakan dia mengeluarkan rasa sakit, marah, kecewa pada seseorang yang berada di hadapannya. Dengan suara yang sangat lirih lelaki itupun berkata"Maafin gw, gw udah ingkari janji untuk selalu ada buat lo, maafin gw" "Aku benci, AKU BENCI SAMA KAKAK! " Gadis itu makin berontak seakan-akan rasa sakit yang sudah ia pendam membludak "Maafin gw, lo boleh benci sama gw benci sebenci bencinya, maafin gw yang hanya bisa menanamkan luka di hati lo, maafin gw yang udah maksa lo nerima gw di kehidupan lo" Lelaki itupun menarik tangan gadis yang sedang berada di hadapannya itu dan langsung memasukan tubuh gadis ringkih itu pada dekapannya Dengan suara yang semakin melemah gadis itu hanya bisa mengulangi kata kata kebenciannya itu "Aku benci sama kakak... Hiks" Gadis itupun kehilangan kesadarannya .... Haiiiii, makasihh yang udah mau ngeluangin waktu rehat nya temen-temen buat baca cerita ini. Sebelum mulai baca ceritanya, alangkah indah nya follow duluu akun mimin inii dongs✨✨ ⬇⬇ Nah kalo udah di follow kan enak baca nya🤍 Jangan menyimpulkan isi cerita dari deskripsi yaa soalnya bakal beda nich xixixixii Sedikit info deh, Author cinta Visual Korea xixixii tujuannya biar feel nya ngena ajaa Salam cinta dari Author Love you muach🥰
Quizás también te guste
Slide 1 of 8
Canvas of Love (Repost) cover
Glory Glow cover
The Grim Reaper cover
SUGAR SUGAR LOVE (TAMAT) cover
Inevitable Golden Cage (END) cover
You Are My Sunshine ✔️ cover
AIRIS cover
BYE, MANTAN! (TAMAT) cover

Canvas of Love (Repost)

17 partes Continúa

Berapa banyak pengorbanan yang harus kujalani demi mendapat pengakuan darimu, Ma? Itulah pertanyaan yang melekat erat, terpaku, begitu dalam di memoriku. Mama yang tidak mau memasukkanku ke dalam dunianya, memilih membuangku demi cintanya kepada keluarga baru, dan menjadikanku pengemis kasih sayang. Segala cara kulakukan agar terlihat pantas baginya, bagi Mama, hingga ajal menjemput. Hatiku beku, segala cinta yang kuharap ternyata sepihak saja. Namun, ada keajaiban lain yang mengirimku ke kehidupan baru. Kepada keluarga baru. Menjalani segala hal yang dulu begitu kudamba. Di sinilah keluarga yang tidak memaksaku memohon sesendok perhatian dan segenggam kasih. Aku tidak perlu mengemis sama sekali. Akan tetapi, segala yang indah pun memiliki akhir. Maut kembali bertandang, membawaku menjauh dari hartaku yang paling berharga. Kupikir aku akan benar-benar dikirim ke dasar kehancuran setelah dipisahkan dari cahaya mentari. Sumber kebahagiaan. Namun, hal aneh terjadi. Aku kembali ke kehidupan pertamaku. Ke neraka yang menempaku sebagai makhluk menyedihkan, manusia yang tidak punya harapan. Kali ini aku takkan bertindak bodoh. Sudah cukup mengemis perhatian Mama. Aku tidak butuh segala pengharapan palsu yang dulu mati-matian kuperjuangkan. Segala yang tidak ditujukan bagiku tidaklah penting. Sekarang aku akan menjalani kehidupan sesuai dengan kehendak milikku, pilihanku, sebagaimana yang pernah diajarkan oleh keluargaku di kehidupan kedua. Aku bukan lagi seekor ngengat yang tergoda cahaya di malam hari.