We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
IMPRESSION

IMPRESSION

  • WpView
    Reads 13
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Nov 14, 2018
WpInfo
Fanfic
BTS
PROLOG PLAKK.... Sebuah tamparan cukup keras sukses mendarat di pipi mulus sebelah kiri pria itu Ia meringis pelan, namun tetap bergeming disaat merasakan wajahnya mulai memanas dan nampak memerah, sebab tamparan yang diperoleh tidak lain dari saudaranya sendiri. KIM TAEHYUNG pria yang tidak pernah bosan membuat onar dimana-mana.. seolah2 itu hanyalah hobi dan kesenangan bagi dirinya. Seperti sekarang, lagi-lagi ia harus berurusan dengan polisi dengan kasus yang melibatkannya. Bisa dibilang, ia hanya menjadi sumber masalah bagi orang yg mengenalnya. KIM SOOHEE gadis mungil yang mendapatkan julukan 'polusi' dan 'patung hidup' dari teman-teman sekolahnya, kepribadiannya yang selalu menggunakan masker dan kaca mata bulatnya kemana pun ia pergi. tidak pernah memperdulikan bagaimana hiruk pikuknya sebuah kehidupan yang berada disekitarnya. terlalu hemat bicara dan minimnya bersosialisasi, membuatnya tidak memiliki teman. tidak sedikit dari teman2 sekelasnya yg tidak mengetahui keberadaannya. seolah setiap waktu terjadi letusan gunung berapi yang menyebabkan abu vulkanik menyebar kedalam hidung. Menyebabkan orang disekitarnya menganggapnya sedikit 'aneh' hingga mereka enggan bergaul dengannya. HOHOO HALO GAISSS INI MUNGKIN BISA DIBILANG STORY PERTAMA GUE YG DIPUBLISH HEHEHH JADI KALO EMANG GK TERLALU MENARIK, ATAU TULISAN YG KURANG RAPI ATAU BAHASA AGAK SUSAH DIPAHAMI YA DI MAKLUMIN AJA YA MUEHEHEH Disini aku gak maksa kalian buat vote/comen, tapi kalo mau gk papa aku seneng.. tapi lebih baik dikomen sih biar aku tau gimana cara nulis cerita yg bener dan pastinya komentar kalian jadi semangat utama buat aku😊😊
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ALLIANRA
  • ON SIGHT (Completed)
  • Terima kasih Imajinasi [end]
  • I AM YOU [NEW VERSION]
  • THE CLIMB [Completed]
  • Converge With You [On Going]
  • My Beloved Enemy [Segera Terbit]
  • VIA-AMARA
  • Permainan Takdir [TAMAT]
  • Paradise
ALLIANRA

PROLOG Seorang gadis kecil yang sedang duduk sendiri di tengah derasnya hujan dengan air mata yang mengalir deras di pipi chubby nya. Ia menangis sesenggukan di sebuah taman kota yang kini mulai sepi, hanya suara derasnya hujan yang mendominasi tempat itu. Baju yang di kenakannya pun mulai lusuh dan basah karna ia kehujanan, ia memperhatikan luka di lututnya yang mulai terasa ngilu. Mama lirihan itu yang selalu ia sebut saat rasa ngilu di lututnya mulai terasa, hingga seseorang tiba-tiba menepuk pundaknya membuat ia menoleh melihat siapa pelaku tersebut. Seorang bocah laki-laki mulai ikut duduk di samping gadis kecil tersebut. "kenapa sendiri?, mana orang tuamu?." Tanya lelaki itu. "Ian lari dari rumah." Jawabnya seraya menunduk. "Lututmu terluka, ayo ke rumah ku untuk mengobati lukamu, rumahku tak begitu jauh dari sini." Gadis kecil itu menggeleng sebagai jawaban. "luka itu harus segera diobati, kata bunda jika luka tak segera diobati pasti akan infeksi." Ujarnya Kembali. "Tidak perlu, aku mau pulang." Ucapnya seraya bangkit dari duduknya. Begitu pun dengan bocah laki-laki itu. "Ini untukmu, tapi jangan dibuka sebelum kita bertemu Kembali, untuk coklatnya kamu boleh memakannya." Kata bocah laki-laki tersebut, sembari menyodorkan kotak kecil berwarna hitam pada gadis kecil itu. Dengan ragu ia menerimanya. "Aku pulang dulu, sampai ketemu Kembali." Ujarnya seraya tersenyum, lalu berlari menjauh meninggalkan gadis kecil itu. "Aku menyukaimu." Ia membaca tulisan yang tertera didalam kotak tersebut dengan lirih. "Ian!." Seseorang memanggil Namanya dengan nafas yang terengah-engah lalu berhenti tepat dibelakangnya. "Mama?!." Beonya. "Kamu dari mana saja sayang, Mama cariin kamu dari tadi. Ayo pulang, ada yang ingin bertemu denganmu." Ujarnya seraya menarik pergelangan tangan gadis kecil itu, tanpa membantah gadis itu menurut.

More details
WpActionLinkContent Guidelines