Solo, Please Help Me (Complete)

Solo, Please Help Me (Complete)

  • WpView
    Reads 202,740
  • WpVote
    Votes 17,284
  • WpPart
    Parts 51
WpMetadataReadComplete Fri, Oct 22, 2021
Solo, Please Help Me... berkisah tentang Shindu. Si pesimis lemah yang pulang ke Solo setelah lahir dan besar di negeri orang. Shindu datang ke Solo dengan sebuah misi, sebuah tujuan terbesar yang pernah dia usahakan dalam hidupnya. Karena semua yang ingin dia perjuangkan adalah selalu tentang keluarga. Shindu yakin, dia harus yakin bisa menggapainya. "Solo, aku datang. Tolong kau rayu dia, katakan aku sakit, sampaikan padanya aku menderita dan sangat membutuhkannya...." --Shindu Wijaya-- "Solo, tahan aku. Buat aku lupa padanya, sembunyikan aku. Jika aku melihatnya, aku yakin tidak akan bisa menahan kakiku untuk tidak berlari ke arahnya." --Pandu
All Rights Reserved
#234
family
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Rumah Tanpa Pintu [ON GOING]
  • DIARY DEPRESIKU
  • Garvitara [END]
  • Family Line
  • Vericha Aflyn ✔️
  • Sebelum Senja Tenggelam
  • Zenna Story
  • FRIENDzone (Completed)
  • Aku Disini Kak! [End]
  • Kenapa Harus Aku?! || Kim Sunoo [END]✓

"Aku yang bakal bawa Dhega." "Kamu gila, Bayu? Kamu gak mikirin anak-anak? "Aku atau kamu yang gila? Aku atau kamu yang nggak mikirin anak-anak?" Sedari ia kecil sang ibu selalu memarahinya dengan alasan jika ia harus berguna dan tidak merepotkan orang lain. Ibunya yang selalu meremehkan hal-hal kecil yang ia lakukan, ibunya yang selalu mementingkan dan mengutamakan sang anak pertama. Dunianya kala itu harusnya hanya tentang bermain, malah ikut andil dalam permasalahan orang dewasa. Dan naasnya, ia harus melihat kedua orang tuanya yang memilih untuk berpisah. membuat dirinya harus ikut dengan sang ayah. Semesta Radhega yang tidak ingin melulu menjadi akhir, ia juga ingin menjadi yang utama, yang selalu diprioritaskan ibunya. "Begitu sulit menyuarakan luka, saat mereka terus-menerus mendesakmu untuk sempurna."

More details
WpActionLinkContent Guidelines