Solo, Please Help Me (Complete)

Solo, Please Help Me (Complete)

  • WpView
    Leituras 202,740
  • WpVote
    Votos 17,284
  • WpPart
    Capítulos 51
WpMetadataReadConcluída sex, out 22, 2021
Solo, Please Help Me... berkisah tentang Shindu. Si pesimis lemah yang pulang ke Solo setelah lahir dan besar di negeri orang. Shindu datang ke Solo dengan sebuah misi, sebuah tujuan terbesar yang pernah dia usahakan dalam hidupnya. Karena semua yang ingin dia perjuangkan adalah selalu tentang keluarga. Shindu yakin, dia harus yakin bisa menggapainya. "Solo, aku datang. Tolong kau rayu dia, katakan aku sakit, sampaikan padanya aku menderita dan sangat membutuhkannya...." --Shindu Wijaya-- "Solo, tahan aku. Buat aku lupa padanya, sembunyikan aku. Jika aku melihatnya, aku yakin tidak akan bisa menahan kakiku untuk tidak berlari ke arahnya." --Pandu
Todos os Direitos Reservados
#234
family
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Vericha Aflyn ✔️
  • Aku Disini Kak! [End]
  • Family Line
  • Kenapa Harus Aku?! || Kim Sunoo [END]✓
  • Garvitara [END]
  • Derena
  • Short Stories
  • ALBARISUS ✔
  • FRIENDzone (Completed)
  • Sebelum Senja Tenggelam

#Judul awal 180 degree.# Vericha Aflyn. Perempuan yang akan menginjak usia 17 tahun, dalam beberapa bulan lagi. Dia bukan perempuan yang haus akan popularitas, bukan pula perempuan polos. Dia hanya perempuan biasa-biasa saja, dengan kisah yang tak biasa. Dia hanya perempuan biasa, yang mendambakan bahagia. Orang baru dan cerita baru, menghiasi hari-harinya. Tuduhan, siksaan, dan cibiran ia dapatkan. Mampu kah dia bertahan? Atau harus menyerah dengan keadaan? ---------- "Jangan pergi! Ini perintah, bukan permintaan!" Icha kembali menutup matanya, membuat air mata yang tertahan di pelupuk matanya terjatuh. Dadanya semakin terasa sesak, mungkin kah dia bisa bertahan? "H-hanya sebentar!" pinta Icha dengan lemah. "Lo harus janji, bakalan bangun lagi!" Setelah itu Icha hanya mengangguk, lalu bersandar di dada Isan. "Lo y-yang harus bangunin gue." Isan mengelus rambut Icha lembut, hati Isan terasa di cubit, saat dia dapat mendengar suara nafas Icha yang teratur. Isan meraih tangan kanan Icha, dan langsung menempelkan di dadanya. Mencoba memberi tahu Icha, tentang keadaan hatinya. Tak berselang lama, Isan di buat terkejut. Debaran jantungnya terasa berhenti, dengan nafas yang tercekat. Tangan Icha jatuh begitu saja di pahanya, nafasnya pun terputus-putus. Isan menggelengkan kepalanya dengan air mata yang sudah bercucuran. Dia dekap erat tubuh Icha, menahannya agar tak pergi. Matanya menatap hamparan bintang, dan indahnya bulan. Memohon keajaiban, dan meminta kesempatan. Isan berteriak lantang, menyerukan nama Icha. Memanggilnya untuk kembali. "ICHA!!"

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo