Difficult

Difficult

  • WpView
    Reads 1,050
  • WpVote
    Votes 239
  • WpPart
    Parts 15
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Mar 18, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
A perfect cover by: @suputri21 Ketika realita menampar hati dan kau di hadapkan pilihan. Gue nggak tahu perjuangan lo bakal sejauh ini. Berawal dari tatapan lo waktu lagi upacara. Dan dengan gak tau malu nya lo suka sama orang yang jelas-jelas sahabatnya suka sama lo sendiri. Itu bikin gue sulit sih kalo boleh jujur. Di balik tatapan ini, di balik senyum ini, ada rasa yang sulit di artikan. Dan dalam suatu ketika. Gue Harus Memilih. Pilihan yang paling sulit untuk di pilih, pilihan yang pasti membuat hati seseorang sakit di sini. Terutama gue. Di saat gue memang harus menerima kenyataan ini menerima realita ini, dan dengan tega nya dia malah buat gue menderita.
All Rights Reserved
#61
sherly
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • PORTRAIT β˜‘
  • And Then You Came (Completed)
  • Pilihan?
  • Shabab, Sang Kyai Muda
  • Choose
  • BETWEEN
  • TENTANG SETELAHNYA (COMPLETE)
  • As-syura
  • Everything Between Us (ON GOING)
  • Only You. [END]

Peniel mendekat, ia memegang kedua bahu kecil Zahra dan menyiratkan penuh tanda tanya,"kau baik-baik saja? Zahra, apa kau marah karena kameramu?". Tak ada balasan, gadis itu hanya tertunduk dan terisak,"Zahra, katakan padaku, ada apa? Hmm?" Kasar, Zahra menepis lelaki itu,"aku tidak baik-baik saja! Ini sangat sakit... semuanya semakin menyakitkan... kupikir... kupikir... jika mengabaikannya akan baik-baik saja tapi bukannya menghilang justru semakin dalam..." dia menangis keras di depan Peniel, ucapan yang terdengar seperti curahan hati dan penuh kekesalan itu membuat Peniel tertunduk. "Nado..." dia kemudian mendongakkan kepala dan menajamkam matanya,"setiap hari aku tersiksa karena merindukanmu. Aku ingin berkata jika menyukaimu tapi... aku hanya dapat diam karena perbedaan kita. Aku selalu ingin tahu apa yang kau makan, bagaimana tidurmu, dan apa kau bahagia setiap waktu..." Selangkah lebih maju, dia kembali memegang kedua pundak Zahra,"ma'af... tapi aku menyukaimu. Jangan memintaku menjauh," Saya: iya, Bang. Dedek gakkan' menjauh...." peluk Peniel. πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚ itu bahasa saya. Gimana menurut ceritanya? Bwhahaaaa liat aja sendiri. Bhaks!!! Wkwkwwk....

More details
WpActionLinkContent Guidelines