Lipatdus

Lipatdus

  • WpView
    Reads 40
  • WpVote
    Votes 15
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jul 29, 2018
Terserah kamu saja mau bagaimana. Yang pasti aku bersama lipatdus akan selalu merindu... **** Ini cerita fantasi berlatar belakang sebuah sekolah bekas bangunan Belanda. Bagaimana kisah seorang noni Belanda yang akan tetap setia menunggu tentaranya sampai benteng tahun 1815 itu menjadi sekolah di tahun 2018? Baca saja cerita ini, semuanya akan terjawab. Termasuk pertanyaan tentang si "lipatdus" :)
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Proyek 17: Korban yang Terpilih
  • DENTING
  • Lingga Baganti
  • About Our School [TAMAT]
  • Ganendra
  • No Soul : Beyond The Gate
  • Buku Kosong [Complete]
  • Sixth Sense [COMPLETED]
  • SECRET MISSION GENK [SELESAI]
  • sekolah berdarah

Setiap tiga bulan sekali, tepat di tanggal 17, satu anak laki-laki hilang secara misterius dari sekolah terasing itu-sekolah tempat anak-anak miskin, buangan, dan anak-anak kaya berbaur, tapi tetap terpisah dalam dunia yang berbeda. Runi, gadis yang bertekad menemukan kakaknya yang hilang bertahun lalu, masuk ke sekolah penuh rahasia ini. Satu-satunya petunjuknya: sebuah kalung pemberian kakaknya, Rayhan, yang mulai bereaksi seiring mendekatnya tanggal-tanggal kelam. Saat mencoba membaur dan menembus dinding-dinding tak terlihat di antara dua dunia sekolah itu, Runi bertemu Kenzo dan Arka, dua anak yang berani mempertaruhkan segalanya demi mengungkap kejahatan di balik kemewahan palsu. Tapi rahasia sekolah ini lebih gelap dari yang bisa mereka bayangkan. Di balik hilangnya para siswa, tersembunyi konspirasi perdagangan organ manusia yang bersekutu dengan kekuatan iblis. Dan lebih mengejutkan, orang yang paling mereka percayai justru terlibat dalam rencana kelam itu... Saat tanggal 17 besar mendekat-dengan 17 anak laki-laki menjadi target proyek sadis-Runi dan teman-temannya harus bertarung melawan waktu, pengkhianatan, dan ketakutan mereka sendiri. Apakah kebenaran bisa menyelamatkan mereka? Ataukah sekolah ini akan terus menelan korban hingga tidak ada yang tersisa? Kalung yang bergetar, tanda merah di tubuh, dan sebuah janji yang tak boleh dilupakan. Ini bukan hanya tentang bertahan. Ini tentang melawan. ---

More details
WpActionLinkContent Guidelines