Love in Basketball

Love in Basketball

  • WpView
    Reads 43,751
  • WpVote
    Votes 1,920
  • WpPart
    Parts 26
WpMetadataReadComplete Tue, Mar 12, 2019
Aku sama sekali tak menyukai basket. Tentu saja ada alasan mengapa aku sangat tak menyukai olahraga ini. Tapi saat aku bertemu dengannya. Pikiranku tentang basket mulai berubah. Aku sadar aku mulai mencintainya. Entah sejak kapan tapi aku selalu merasa nyaman jika berada didekatnya. Sampai suatu hari dia membuatku semakin membencinya. Tapi tidak dengan hatiku. Hatiku masih miliknya walau dia telah menyakitiku. ~Jangan sia-sia kan cintaku. Karena hanya aku yang masih mencintaimu walau kau seburuk apapun itu~ Ps ; Ada seasons 2 nya lohh. Baca dulu yang ini ya😉
All Rights Reserved
#57
alasan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Lovakarta
  • My Crush [ END ]
  • YOU (Justin Bieber) ✔
  • Cinta Bola Basket
  • Masa Sma Kita {bL Story} I| Tamad
  • MARVELLA QISYA [ End ]
  • Distance | Jaeyong ✓
  • friend〽I Park Chanyeol✔ {Tdk dilanjutkan}
  • basketball in love (END)
  • Rebound
Lovakarta

[COMPLETED] Lovakarta #1 Julukannya Hujan istimewa. Soalnya, Hujan yang satu ini selalu di damba-damba. 999 dari 1000 hati menyatakan ketertarikan padanya. Seharusnya, cerita ini mudah. Hujan tinggal pilih saja salah satu dari 999 hati yang ada. Tetapi, Hujan justru mengambil alur susah. Ia malah jatuh cinta pada 1 hati yang menyatakan penolakan mentah-mentah. Rintik yang menggelitik. Gerimis yang manis. Sampai Hujan deras yang melenyapkan panas. Hujan mencoba semua intensitas berusaha membasahi sang hati dengan kesejukannya. Hanya saja, tingkah sang hati yang selalu menghindar dari Hujan membuat jalan cerita jadi rumit pangkat tiga! Menariknya, beribu luka yang diterima Hujan istimewa sama sekali tidak dianggapnya sebagai alasan untuk menyerah... **** [COMPLETED] Lovakarta #2 Kata orang, cinta tak ubahnya sebuah impian. Butuh pengorbanan. Menuntut diperjuangkan. Tapi, pernahkah kau sampai menjadi Hujan sepertiku? Yang terus merintik, hanya untuk membuat dia tertarik. Selalu bersikap semanis gerimis, bahkan setelah berkali-kali ditepis. Juga tidak pernah lelah menderas, meski sama sekali tak dapat balas. Sungguh. Cinta ini bukan hanya menjadi ketidakadilan untukku. Lebih dari itu, aku tersakiti begitu jauh. Sampai tidak bisa membedakan apakah yang sedang kujalani adalah serangkai cerita, atau sekedar sebuah pengalaman terluka? Tapi, walau menjadi Hujan adalah patah hati terbesarku. Semua itu tidak akan membawa pengaruh. Tidak pula merubah sesuatu. Sebab, ujung-ujungnya, aku tetaplah aku. Si Hujan yang cuma tahu satu. Jatuh.

More details
WpActionLinkContent Guidelines