Love in Basketball

Love in Basketball

  • WpView
    GELESEN 43,696
  • WpVote
    Stimmen 1,920
  • WpPart
    Teile 26
WpMetadataReadAbgeschlossene Geschichte Di., März 12, 2019
Aku sama sekali tak menyukai basket. Tentu saja ada alasan mengapa aku sangat tak menyukai olahraga ini. Tapi saat aku bertemu dengannya. Pikiranku tentang basket mulai berubah. Aku sadar aku mulai mencintainya. Entah sejak kapan tapi aku selalu merasa nyaman jika berada didekatnya. Sampai suatu hari dia membuatku semakin membencinya. Tapi tidak dengan hatiku. Hatiku masih miliknya walau dia telah menyakitiku. ~Jangan sia-sia kan cintaku. Karena hanya aku yang masih mencintaimu walau kau seburuk apapun itu~ Ps ; Ada seasons 2 nya lohh. Baca dulu yang ini ya😉
Alle Rechte vorbehalten
#2
lovein
WpChevronRight
Werde Teil der größten Geschichtenerzähler-CommunityErhalte personalisierte Geschichtenempfehlungen, speichere deine Favoriten in deiner Bibliothek und kommentiere und stimme ab, um deine Community zu vergrößern.
Illustration

Vielleicht gefällt dir auch

  • You're Here, But Not For Me
  • YOU (Justin Bieber) ✔
  • Rebound
  • Lovakarta
  • Rich Man (END)
  • Distance | Jaeyong ✓
  • Cinta Bola Basket
  • Masa Sma Kita {bL Story} I| Tamad
  • friend〽I Park Chanyeol✔ {Tdk dilanjutkan}
  • [NCT DREAM] Seven Boys In My Life || arasweetstrawberry ✔

Katanya, tatapan bisa bohong. Tapi kenapa setiap kali mataku dan matanya bertemu, jantungku selalu membocorkan semuanya? Aku yang diam-diam menyimpan perasaan, dan dia... entah menyembunyikannya, atau memang belum menyadarinya. Kadang aku berharap dia gak lihat. Tapi kadang juga kecewa waktu dia beneran gak lihat. Lucu ya? Dan aku? Aku tetap di sini. Setiap kali aku melihatnya, aku hanya bisa menatap dari kejauhan, menyembunyikan perasaan yang tak pernah terucap. Aku takut, jika aku mengungkapkannya, semuanya akan berubah. Jadi, aku memilih diam, menikmati setiap momen kecil yang bisa aku curi bersamanya. Aku sering bertanya-tanya, apakah dia pernah merasakan hal yang sama? Namun, aku terlalu takut untuk mencari tahu jawabannya. Karena jika ternyata tidak, aku harus siap menerima kenyataan yang menyakitkan. Aku tahu, ini bukan cinta yang sehat. Tapi bagaimana aku bisa berhenti mencintainya, jika setiap detik aku hanya memikirkannya? Aku mencoba untuk menjauh, untuk melupakan perasaan ini. Namun, semakin aku mencoba, semakin aku terjebak dalam perasaan yang sama. Seolah-olah hatiku menolak untuk melepaskan. Aku membayangkan bagaimana rasanya jika dia tahu perasaanku. Apakah dia akan menjauh, atau justru mendekat? Namun, semua itu hanya ada dalam pikiranku. Aku menulis tentangnya, tentang perasaanku yang tak pernah sampai. Menulis menjadi pelarianku, satu-satunya cara untuk menyalurkan perasaan ini. Karena aku tahu, aku tak akan pernah bisa mengatakannya langsung padanya. Aku hanya bisa diam dan menahan semuanya sendiri. Tapi mungkin, inilah caraku mencintai. Dalam diam, tanpa harapan, tapi penuh ketulusan. Aku tahu, mencintai dalam diam adalah pilihan yang menyakitkan. Tapi aku juga tahu, ini adalah satu-satunya cara agar aku tetap bisa berada di dekatnya. Meskipun hanya sebagai teman, aku sudah cukup bahagia. Karena setidaknya, aku masih bisa melihat senyumnya setiap hari.

Mehr Details
WpActionLinkInhaltsrichtlinien