[tak] Menunggu

[tak] Menunggu

  • WpView
    Reads 176
  • WpVote
    Votes 22
  • WpPart
    Parts 16
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Aug 10, 2020
Berulang kali rani mengutak atik ponselnya. Mengamati dengan lamat-lamat setiap pesan yang masuk. Ia mendengus kesal. Betapa tak adilnya perasaan ini. Hampir 12 jam ia menunggu balasan singkat dari nomor yang dianggapnya cukup spesial. Pesan singkat dan jelas meski tanpa rima itu mampu membuat rani gugup tak beraturan. Di Moment spesial yang ia tunggu saban hari kurang lebih empat tahun. Yap wisuda, momen spesial itu bernama. Ia masih ingat susunan kata demi kata yang reno kirim waktu itu. "selamat atas gelar dan diwisudanya ya". Ia tak mengerti apa yang dipikirkn Reno. Datang dan pergi seenaknya. Membuatnya rani menunggu. Hei, bukankah menunggu adalah pekerjaan yang melelahkan?. Aku tak mau menunggu. Sebab, ia adalah sesuatu yang tak pasti.
All Rights Reserved
#141
fiersabesari
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Loving You
  • The Grey Of SAKARUNA
  • Thoughts [ON EDITING]
  • DIA ADALAH NAJA
  • [NamSeok] ✔️ - Ramadan in Love
  • SINGASARI, I'm Coming! (END)
  • Terpaksa Melayani Presdir Impoten
  • my teacher my husband💖 (PINDAH KE APLIKASI DREAME)
  • Serpihan Luka
  • NEVER

*** Cerita ini khusus 18+ *** " Kamu suka sama aku??? " tanya Renno marah kepada Allea, sahabat sejak ia duduk di bangku TK. "A..aa..ku" timpal Allea terbata bata, karena baru kali ini melihat Renno memandangnya dengan mata menyalang marah. "Cukup!!! jadi benar ini alasan Tasya menolakku!!!" sela Renno kepada Allea dengan suara yang sangat keras sampai membuat seluruh orang-orang melihat mereka. "Renn, apa yang kau lakukan??" sela Tasya yang baru datang ke kantin tempat Renno berteriak teriak marah. "Dia ..." tunjuk Renno kepada Allea yang sekarang menunduk menahan tangis ," telah merusak persahabatan kita". "Apa maksudmu??" tanya Tasya tak mengerti. "Kau menolakku karena dia kan, karena Allea menyukaiku." jelas Renno. "Renn..." panggil Allea serak menahan air mata "Diam kau!! aku tak sudi kau memanggil namaku. Kau memang murahan, berani sekali kau menyukaiku padahal kau tahu bahwa aku menyukai Tasya, kau telah merusak persahabatan kita." tunjuk Renno yang masih dengan teriakan penuh amarahnya. Allea sudah tidak sanggup lagi, ia lari meninggalkan tempat yang membuatnya malu setengah mati. Semarah itukah Renno mengetahui bahwa ia menyukainya sampai Renno begitu mudah menghinanya di depan teman teman SMA mereka. Allea menangis sejadi jadinya, dia sudah menahan perasaannya sampai sekarang dan tak ada orang yang tau, tapi tiba tiba Renno datang ketempat mereka biasa istirahat dan berteriak teriak kepadanya seolah ia melakukan dosa yang teramat besar. Bagaimana Renno bisa tau itulah yang sekarang ada dipikiran Allea saat ini. Written by JOY

More details
WpActionLinkContent Guidelines