Nethanada (Selesai)

Nethanada (Selesai)

  • WpView
    Reads 309,772
  • WpVote
    Votes 12,807
  • WpPart
    Parts 52
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Apr 4, 2020
Nethan itu benci sikap Nada yang tidak ingin mengalah dan selalu merasa benar. Nada itu benci Nethan karena selalu merusak apa pun yang dia punya. Walau tidak semua sih. Tetapi tetap saja Nada tak suka!. Ditambah lagi mulut Nethan yang suka ceplas-ceplos. Pengennya tuh di gosok pake cabe biar jadi memble. Haha. Keduanya sudah saling membenci sejak kelas 10. Sama-sama tidak mau kalah, sering debat. Tapi bukan debat mata pelajaran. Tetapi tidak ada kan yang dapat menebak takdir? Nada tidak bisa menebak kalau dirinya akan masuk dalam perangkapnya sendiri. Perangkap yang dia buat untuk Nethan. ** Ini cerita ke empat gue. Happy reading♡
All Rights Reserved
#630
teens
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Arunika
  • BAD BOY SEKOLAH (SELESAI)
  • Cool Boy vs Cool Girl
  • RUANG WAKTU
  • ARKANARA (✓)
  • Alando (Tahap Revisi)
  • GASA [end]
  • Ketos Vs Adek Kelas
  • Ideal Boyfriend [TAMAT]
Arunika

Baca aja duluu bestii, pasti menarik kok. Dijamin, hehe ____________ SMA Bumi Nusantara, sekolah terbaik di Indonesia. Dengan segudang prestasi yang mencetak para alumni berkualitas. Banyak media yang kerap memberitakan betapa unggulnya sekolah ini. Dan Keisya Renata, telah resmi menjadi bagian dari sekolah tersebut. Tapi Ironisnya, apa yang diberitakan tak sesuai realitas yang ada. Hukum dan sistem didalamnya tumpul ke bawah. Sekolah ini adalah surga bagi yang berkuasa, dan neraka bagi yang tak berdaya. Awalnya Keisya berpura-pura untuk tak peduli. Sampai akhirnya sebuah kasus menyeretnya untuk menjadi target para penguasa. Dari situlah perlawanan Keisya dimulai. ______ Keisya memejamkan mata. Napas gadis itu memberat. Ada dua hal yang bisa ia lakukan. Tetap diam, menahan semuanya, membiarkan ini berlalu begitu saja. Atau melawan. Tapi sialnya, darah Keisya sudah mendidih. Persetan dengan konsekuensinya. Tanpa peringatan, tangannya menepis cengkeraman Michella, lalu dalam gerakan cepat, ia memelintir tangan gadis itu. Michella berteriak. Wajahnya terkejut bukan main. Tapi Keisya tidak berhenti sampai di situ. Ia membalas jambakan tadi dengan lebih kasar, membuat Michella mengerang kesakitan. "Apaan sih lo?!" Michella mengumpat. "Apaan sih lo?!" Keisya menirukan nada suara Michella dengan mengejek. Lalu, dengan satu dorongan kuat, ia melempar tubuh Michella hingga gadis itu tersungkur ke lantai. Semuanya membeku. "Eh, berani banget sih lo-" Lucy maju, tapi Keisya lebih cepat. Satu tendangan terarah tepat mengenai perut Lucy, membuat gadis itu jatuh terduduk sambil meringis. Keisya menarik napas, lalu melempar tasnya ke lantai. Tangannya menggulung lengan seragam ke atas. "Yuk, rame-rame gue ladenin," tantang Keisya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines