Jodoh Dalam Doa

Jodoh Dalam Doa

  • WpView
    LECTURAS 267,668
  • WpVote
    Votos 12,524
  • WpPart
    Partes 53
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mié, jul 23, 2025
(SEBELUM BACA BUDAYAKAN FOLLOW DULU YAH, HAPPY READING) Rank: #2 ikhwan #3 religi #1 nikahmuda #1 perjodohan #1 islami #3 spiritual #69 fiction Semoga Doaku dan Doamu sama dan Allah meridhoi kita untuk bersama dalam ikatan halal dengan niat menggapai RidhoNya dan mengikuti sunnahnya. namun jika takdir menahanmu untuk yang lain, aku akan tetap berlapang dada karena tak ada yang lebih indah dari rencana Allah. apalagi saat kita mampu bersama dalam ikatan suci namun hatimu bukan untukku, izinkan aku menjadikanmu ladang pahalaku agar Allah kuatkan hatiku dan balikkan hatimu. Kamu, calon imamku. Copyright 2018 by rafzyanrm
Todos los derechos reservados
#486
islami
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Assalamualaikum Imamku
  • Dia dan Doa
  • Risalah Kasih
  • Hafizhah [sudah terbit]
  • Perjalanan Kisah Cinta Afia
  • imam terbaik ku (tamat) REVISI
  • Cinta tak keliru (END)
  • The Hidden [SUDAH TERBIT]
  • MENJAGAMU LEWAT DOA
  • GUS IKHWAN (TERBIT)

[cerpen spiritual] ~~ Suamiku, Aku sangat bersyukur kepada Tuhan telah mengirimmu untuk menjadi penggenap imanku. Ketika aku datang dengan berjuta kekurangan, kamu melengkapi dengan segenap yang kamu miliki. Suamiku, Aku tahu. Aku bukan perempuan sempurna. Tapi izinkan aku menjadi istri yang bisa berbakti terhadap suaminya dan juga kedua orang tuanya. Aku ingin mencintaimu dengan cara yang baik dan selalu berdoa untuk mendapatkan ridhoNya. Suamiku, Aku suka dengan caramu memperlakukanku. Ketika diri ini berbuat sesuatu yang salah, kamu tidak memarahiku. Kamu justru membimbingku. Aku tidak menyangka bisa mendapatkan lelaki sepertimu. Tuhan baik sekali ya padaku? Kamu lelaki terhebat setelah ayahku. Suamiku, Terimakasih sudah memilihku menjadi pendampingmu. Kamu itu unik. Tapi kamu jahat. Dulu kamu selalu membuatku terus-terusan memkirkanmu. Padahal waktunya belum tepat, tapi itulah kamu. Selalu saja berhasil masuk dalam bayang-bayang pikirku. Suamiku, Aku perempuan yang beruntung bukan? Bisa mendapat lelaki sepertimu, cinta pertama dan terakhirku. Sudah kubilang. Tuhan baik sekali padaku, sampai-sampai tidak ada kata yang bisa menggambarkan bagaimana bahagianya aku. Iya kamu. Kekasih halalku, imam dunia akhiratku.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido