Kinan
  • WpView
    Reads 36
  • WpVote
    Votes 20
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jul 26, 2018
Kinan duduk diatas kursi roda nya sambil melihat kearah matahari yang akan tenggelam. Dibelakangnya berdiri Dimas--kakak kelasnya--yang membantunya naik keatas rooftop rumah sakit. Dalam hati, Kinan benar-benar merasa takut jika harus menemui ajalnya secepat ini. Tapi bagaimana bisa ia membiarkan orang lain kerepotan karena dirinya? Ia tidak mau merepotkan Papa lebih jauh lagi, apalagi kondisi ekonomi keluarganya sedang memburuk. Dimas membungkukkan tubuhnya, mendekatkan mulutnya ketelinga Kinan. "gue suka sama lo," bisiknya. Kinan langsung terduduk tegak diatas kursi rodanya. "hah?" ujar Kinan, ia merasa salah dengar. "gue suka sama lo," Dimas mengulang ucapannya dengan suara yang lembut. "lo suka sama orang yang sebentar lagi bakalan mati," sahut Kinan datar. Ia tidak mau Dimas menaruh harapan untuknya disaat vonis dokter mengatakan ia hanya akan hidup tidak lebih dari sebulan. "gue gak peduli." ujar Dimas sambil kembali menegakkan tubuhnya. "lo tahu kemana Faiz pergi ninggalin gue? Dia bukan pergi karena kemauannya, dia meninggal. Dia meninggal karena kecelakaan," air mata perlahan mulai memenuhi kelopak mata Kinan. Sebenarnya ia tidak mau memberitahukan hal ini kepada Dimas. "gue gak mau lo ngalamin hal yang sama kayak gue. Gue nyaris hancur saat tahu Faiz gak selamat dari kecelakaan itu. Gue... gak mau lo alamin hal kayak gitu juga." lanjut Kinan, air mata yang sedaritadi memenuhi kelopak matanya kini jatuh, mengalir melewati kedua pipinya. Dibawah langit jingga, Kinan menangis untuk kepergian seseorang yang masih sangat berarti untuknya. Kinan menangis karena sejujurnya ia tidak mau meninggalkan Dimas. Kinan berhasil keluar dari lubang kegelapan itu karena Dimas. Kinan berhasil melawan rasa sepi itu karena Dimas. Ia tidak pernah takut sendiri karena Dimas. Bohong jika ia akhirnya tidak menaruh hati pada Dimas. Tapi, menghindarkan orang yang kita sayang dari rasa sakit bagi Kinan adalah bentuk rasa sayang yang lebih indah dari apapun. ***
All Rights Reserved
#6
kinanthi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Last Scene
  • HILANG [Segera Terbit]
  • SEPARATED BROTHER [END]
  • VINDEYLI
  • Semu [Completed]
  • Om, Ayo Nikah!
  • LOVE in SILENCE
  • Come Back to Me (Completed)
  • Why Stay Away?
  • Paradise

[Completed] Pernahkah kamu merasa hidup orang lain sangat sempurna? Sementara kamu di sini sendiri, menutupi semuanya hanya dengan senyuman dan bersikap seperti biasanya. Hingga akhirnya, kamu tidak tahan lagi dan memilih untuk menyerah begitu saja. *** Kinandra Syahnaz Heleztia selalu merasa bahwa hidupnya sangat menyedihkan. Dimulai dari kedua orang tuanya yang bercerai, hingga kakaknya yang meninggalkan Kinan seorang diri, Kinan selalu merasa iri pada seorang laki-laki yang menurutnya memiliki hidup yang sempurna. Namun, Kinan hanya tidak sadar bahwa ada banyak rahasia yang belum ia ketahui. *** Prolog: 13 April 2018 Epilog: 20 Juni 2018 @TeenlitIndonesia

More details
WpActionLinkContent Guidelines