Jillian
  • WpView
    Reads 106
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Sep 3, 2018
WpInfo
Fiction
Romance
Seharusnya saya tak menoleh. Seharusnya saya tetap berdiam memandang kegelapan didepan mata saya, dan bukannya berusaha menggenggam api kecil yang membakar sumbu lilin dan membuat kegelapan itu abadi. Semua ini berat, tapi saya harus menanggungnya. Karna tak satupun orang yang dapat membantu saya walau hanya sekadar berkata "saya akan menemanimu". Jillian
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Surat Cinta untuk Diriku Sendiri
  • WITHOUT ME [ON GOING]
  • That One Person, YOU
  • MY MJ (End)
  • Don't Worry About Me! [UDAH GA DI LANJUT LAGI! ]
  • Kamu
  • COMPLICATED- i'm sorry
  • ILY Alfarel [Terbit]
  • You Are Different In My Eyes
  • Regrets of Love

"Aku nggak mau ngerasain mentalku kembali hancur berantakan hingga rasanya hampir mati hanya karena cinta. Itu sebabnya, aku selalu takut untuk jatuh hati lagi." Ya, Ditha Aquila selalu takut kembali dibuat terluka sampai tak sadar bahwa ia sudah jadi sumber luka bagi Juna Pradirga. Lihatlah pada kebodohan yang ia buat. Takut ditinggal pergi, tetapi menomorsatukan ego dan gengsi. Ingin diyakinkan, tetapi tak pernah memberi kepercayaan. Mengharapkan yang serius, tetapi memutuskan hidup dalam hubungan tanpa status. Lebih dari ketakutannya untuk kembali dilukai, Ditha percaya bahwa orang yang mentalnya tidak stabil memang tak pantas untuk dicintai. Sebab, bagaimana caranya ia mencintai raga yang lain saat dirinya sendiri masih seringkali ia sakiti? Biar aku bertanya, apa yang akan kau putuskan jika seseorang datang pada saat luka masa lalumu belum sepenuhnya hilang? Memilih menerimanya? Atau justru, menolak kehadirannya dengan dalih sakit hatimu yang belum pulih? Keduanya sama-sama berisiko. Namun, kita selalu bisa memilih, risiko mana yang akan kita ambil. "Dan salah satu cara paling mudah untuk mencintai diri sendiri adalah dengan berhenti sejenak mencintai orang lain." PERINGATAN ⚠ Cerita ini bertemakan mental health. Pada beberapa part mengandung konten sensitif seperti adegan kekerasan fisik, self harm, hopeless, trust issues, dan suicidal thoughts. Publish : 1/09/2021 - 25/12/2021 Revisi [ New version ] : 19/02/2023 - Rank : #2 in puisi [04/10/22] #3 in quotes [30/11/23] #1 toxic relationship [31/07/22] #1 trustissue [28/08/22] #1 loveyourself [09/08/22]

More details
WpActionLinkContent Guidelines