Gua Delen Bukan Dilan❤

Gua Delen Bukan Dilan❤

  • WpView
    Reads 26
  • WpVote
    Votes 18
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Sep 3, 2018
#Adelendra "Meskipun aku tahu banyak yang membenci keberadaanmu, aku tak akan berhenti meyakinkanmu bahwa aku dan kamu bisa menjadi kita" #Andara "Aku percaya adanya kebahagiaan dibalik sulitnya pengorbanan, tapi aku takut jika rasa bahagia itu seperti pelangi yang datang seelah hujan. Hanya sekejap lalu kembali menghilang Kisah perjuangan cinta seorang badboy tampan dengan gadis kalem merubah status persahabatan, ke jenjang yang lebih mengikat.
All Rights Reserved
#103
freindzone
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Juan [REVISI]
  • Yang Dulu Melukai,Kini Menyayangi [END]
  • Me,You and the story we went through.
  • ARDILA & DINAR
  • Haruskah Aku Bertahan?
  • SEMBILU: Love And Pain
  • ELGITA: Yang Tak Pernah Terucap (Revisi)
  • memory
  • Will You Be My Love Rain?
  • A Fractured Soul

Ini bukan kisah romansa dimana si pangeran sekolah jatuh cinta dengan primadona sekolah, bukan pula kisah si badboy yang jatuh cinta dengan seorang gadis polos, apalagi kisah si tukang bully yang jatuh cinta dengan korbannya. Sekali lagi ku ingatkan, ini bukanlah kisah romansa remaja masa kini. Kisah ini hanyalah perjalanan hidup seorang remaja dalam menjalani hidupnya. Ini kisah seorang remaja yang mencoba bertahan di tengah kerasnya dunia, dimana ketidakadilan benar-benar nyata. Cerita ini penuh dengan diskriminasi terhadap ia yang tidak 'sempurna'. Tentang mereka yang terjebak dalam nerakanya dunia. Tentang segala luka dan tangisan yang teredam. Tentang ketidakadilan yang ia rasa, sebab keadilan hanya milik mereka yang 'berpunya'. Kisahnya tidak berhenti di sana, sebab masih banyak luka yang akan ia rasa. Mereka yang ia harapkan dapat menyembuhkan luka, nyatanya hanyalah pemberi luka paling banyak. Ia hanya berharap hadirnya dapat diberi kasih, tapi bagaimana bisa jika hadirnya saja tak pernah diharapkan. Karena ia adalah hadir yang membawa luka. Jangan pikir bahwa ia tak pernah melawan, karena nyatanya, ia akan selalu melawan meski perlawanannya tak pernah membuahkan hasil. Sebab keadilan bukanlah miliknya. Memangnya apa yang bisa diharapkan di dunia ini? Jika memang masih ingin bertahan, maka jangan terlalu berharap kepada seseorang.

More details
WpActionLinkContent Guidelines