Beribu Kata
  • WpView
    Reads 15,439
  • WpVote
    Votes 569
  • WpPart
    Parts 124
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Aug 6, 2024
Kian matahari yang tergantikan perannya Oleh indahnya sang bulan. Kian kebisingan yang tergantikan masanya Oleh heningnya kesunyian. Kini yang terisisa hanya secercah harapan Dan keinginan yang dibuahkan oleh rindu. Yaitu, bersama mu untuk selamanya. Matahari dan bulan terus bergilir. Waktu terus menerus berputar. Hari demi hari berjalan ntah sampai kapan. Kini, angan dan imajinasi. Yang terpadu oleh dua insan. Berbuah menjadi rasa khawatir, juga risau. Yang berlebihan dan tak berujung. Bisakah kita terlepas dari rasa khawatir. Yang terus menggantung diantara kita?. Bisakah kita terus bersama. Sampai pada ujung porosnya?. Namun, kita tidak ada yang tau. Kita hanya bisa memohon kepada yang kuasa. Agar kita bisa selalu bersama.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • Rintik Terakhir
  • A Scratch For Sanguinis [Orine]
  • GARIS TAKDIR
  • Antara Jarak Dan Waktu
  • Silent Scars | Orine
  • Stranger | Orine
  • Kalau Aku Telpon, 'Dia' Marah Gak?
  • Aku Begitu Mengagumimu ♡ [BERES📖]

sebelum baca, FOLLOW dulu gasii??? "Sayangkuu, cintakuu. Gimana dengan hari ini, hm? Are you happy?" "Seru dong, senang karena ada kamu, Ka. Hehe." Dulu, setiap percakapan kecil seperti itu mampu menyulap hariku jadi lebih indah. Tapi semua itu kini tinggal kenangan. Hubungan yang manis dan penuh tawa itu akhirnya harus berakhir, bukan karena cinta kami memudar, tapi karena kenyataan terlalu pahit untuk ditelan bersama. Aku masih mencintaimu. Masih ingin mendekat, masih berharap bisa kembali. Tapi jarak ini bukan lagi tentang raga-melainkan tentang takdir yang tak mengizinkan kita bersatu. Cinta kita besar, tapi tidak cukup untuk melawan kenyataan yang tak berpihak. Banyak halangan yang kucoba lalui demi kamu, demi kita... tapi ternyata semesta punya rencana lain. Kini, aku hanya bisa menatapmu dari kejauhan. Ingin kembali, tapi tak bisa. Ingin melepaskan, tapi hatiku belum rela. Satu kejadian itu-satu hari yang mengubah segalanya-telah memutus tali yang tak terlihat namun sangat kuat mengikat kita. Jika bukan karena kejadian itu, mungkin aku masih tersesat dalam hubungan yang samar: ada, tapi tak punya peran. Dulu aku memegang peran utama di hidupmu. Sekarang? Bahkan untuk menjadi figuran pun aku tak lagi layak. Kita pernah sangat dekat, tapi kini aku tahu... melepaskan sesuatu yang sudah terasa seperti rumah tidak akan membuat segalanya membaik. Bahagia tidak selalu datang setelah menjauh. Dan seringkali, hubungan yang tampak sempurna dari luar menyimpan luka yang tak pernah terucap. Aku tak menyangka semuanya akan berakhir seperti ini. Tapi yang sudah terjadi, biarlah terjadi. Meski begitu, kenangan itu-kenangan tentang hari itu-masih terpatri jelas di pikiranku. Hari saat aku sadar... cinta saja tidak cukup.

More details
WpActionLinkContent Guidelines