Stay Here

Stay Here

  • WpView
    Reads 7,682
  • WpVote
    Votes 508
  • WpPart
    Parts 28
WpMetadataReadMatureComplete Sat, Jun 5, 2021
Aku hampir tidak bisa membedakan antara rasa kagum, suka, sayang bahkan cinta. Dalam hidupku semuanya sama saja karena melibatkan perasaan emosional. Berbeda denganku, Wira mengatakan bahwa semua pandanganku salah. Ia mengatakan bahwa cinta berada dalam tingkatan tertinggi. Menurutnya cinta adalah perasaan ingin menyayangi, perasaan suka yang sangat mendalam disertai rindu dan hasrat kepada seseorang. Aku tidak mengerti dengan apa yang ia katakan. Sampai akhirnya aku bertemu dengan seseorang yang memberikan perhatian sederhana dan dukungan motivasi untukku tapi ia membuatku sadar dan mengerti semua perbedaan rasa kagum, suka, sayang dan cinta. Aku tidak akan melepaskan seseorang yang sudah membuat jantungku berdebar, membuatku ingin selalu diperhatikan, membuatku merasakan apa itu rindu dan hasrat yang ada dalam cinta. Aku akan membuatnya tetap bersamaku.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • You're Here, But Not For Me
  • Dear Imamku
  • REDUM ✓ [Sudah Terbit]
  • (Re) - Married (completed)
  • My Bride 2 (Tamat)
  • ADEEVA
  • MENIKAH KARNA DENDAM (COMPLETED)
  • My best friend Brother
  • Evelyn (ketika cinta harus saling menyakiti) On Going

Katanya, tatapan bisa bohong. Tapi kenapa setiap kali mataku dan matanya bertemu, jantungku selalu membocorkan semuanya? Aku yang diam-diam menyimpan perasaan, dan dia... entah menyembunyikannya, atau memang belum menyadarinya. Kadang aku berharap dia gak lihat. Tapi kadang juga kecewa waktu dia beneran gak lihat. Lucu ya? Dan aku? Aku tetap di sini. Setiap kali aku melihatnya, aku hanya bisa menatap dari kejauhan, menyembunyikan perasaan yang tak pernah terucap. Aku takut, jika aku mengungkapkannya, semuanya akan berubah. Jadi, aku memilih diam, menikmati setiap momen kecil yang bisa aku curi bersamanya. Aku sering bertanya-tanya, apakah dia pernah merasakan hal yang sama? Namun, aku terlalu takut untuk mencari tahu jawabannya. Karena jika ternyata tidak, aku harus siap menerima kenyataan yang menyakitkan. Aku tahu, ini bukan cinta yang sehat. Tapi bagaimana aku bisa berhenti mencintainya, jika setiap detik aku hanya memikirkannya? Aku mencoba untuk menjauh, untuk melupakan perasaan ini. Namun, semakin aku mencoba, semakin aku terjebak dalam perasaan yang sama. Seolah-olah hatiku menolak untuk melepaskan. Aku membayangkan bagaimana rasanya jika dia tahu perasaanku. Apakah dia akan menjauh, atau justru mendekat? Namun, semua itu hanya ada dalam pikiranku. Aku menulis tentangnya, tentang perasaanku yang tak pernah sampai. Menulis menjadi pelarianku, satu-satunya cara untuk menyalurkan perasaan ini. Karena aku tahu, aku tak akan pernah bisa mengatakannya langsung padanya. Aku hanya bisa diam dan menahan semuanya sendiri. Tapi mungkin, inilah caraku mencintai. Dalam diam, tanpa harapan, tapi penuh ketulusan. Aku tahu, mencintai dalam diam adalah pilihan yang menyakitkan. Tapi aku juga tahu, ini adalah satu-satunya cara agar aku tetap bisa berada di dekatnya. Meskipun hanya sebagai teman, aku sudah cukup bahagia. Karena setidaknya, aku masih bisa melihat senyumnya setiap hari.

More details
WpActionLinkContent Guidelines