Don't play with My Feelings

Don't play with My Feelings

  • WpView
    OKUNANLAR 316
  • WpVote
    Oylar 36
  • WpPart
    Bölümler 5
WpMetadataReadDevam ediyor
WpMetadataNoticeSon yayınlanan Pzt, Mar 4, 2019
WpInfo
Kurgu
Romantik
Sebuah hubungan yang diawali oleh sebuah permainan,ketidak samaan sifat mereka menjadi pelengkap dalam hubungan yang mereka bangun. "kalo suatu saat gw harus ninggalin lo,ikhlasin ya." ucap Faya menatap Argan. Apakah Argan dapat melakukan tantangan tersebut?dan bagaimana kisah mereka dimulai? Baca aja kelanjuttannya====>>>> Like,comment,follow!!!!
Tüm hakları saklıdır
#14
faya
WpChevronRight
En büyük hikaye anlatıcılığı topluluğuna katılınKişiselleştirilmiş hikaye önerileri alın, favorilerinizi kütüphanenize kaydedin ve topluluğunuzu büyütmek için yorum yapın ve oy verin.
Illustration

Ayrıca sevebilecekleriniz

  • INSECURE LOVE (END)
  • dialah yang terbaik
  • Segitiga [END]
  • ALANA (Completed)
  • Stagnation (Completed)
  • Because We Are Friends
  • DIFFERENT TWINS [ END ]
  • DANADYAKSA
  • No Progress Love
  • Beautiful Tattoo (COMPLETED)

[ YU DI FOLLOW DULU YUUU ] _AREA DI LARANG INSECURE!!!_ "Gue buruk banget ya?" lirihnya, bertanya ntah pada siapa. Fay tersadar, ia mengusap kasar air matanya. "Harus ya, semua cewek itu cantik? Harus ya, putih? Glowing? Nggak jerawatan? Body goals?" Fay menjeda ucapannya, lagi-lagi air matanya terjatuh. "Jika iya, berarti gue gagal jadi cewek? Gitu?" lirihnya lagi. Kali ini di barengi dengan isakan-isakan kecil. Fay menutup wajahnya dengan kedua tangannya, menangis terisak dalam diam. Menahan sesak yang seolah memenuhi rongga dadanya, dan bersiap akan meledak detik itu juga. Sudah cukup selama ini ia pura-pura kuat, sudah cukup ia pura-pura tidak peduli. Segala cibiran, hinaan, bahkan candaan yang di kemas dengan sangat rapi berisikan tentang segala kekurangannya, kini menumpuk menjadi satu. "Gue juga nggak mau terlahir dengan seperti ini, tapi gue bisa apa? Ini takdir gue, gue salah apa sama kalian? Gue nggak pernah hina kalian? Kalaupun kalian ngehina gue dengan alibi sebuah candaan, gue terima kan?" lirihnya lagi, semakin terisak. Ntahlah, katakan saja jika Fay lemah. Ya, memang lemah! Fay lemah! "Jangan sesekali lo nyalahin takdir, emang benar, banyak mulut yang ngehina fisik lo, dan lo nggak bisa hentiin mereka buat nggak ngehina lo. Lo cuma punya dua tangan, dan lo nggak bisa bungkam mulut mereka. Tapi, lo punya dua telinga, lo bisa fungsiin kedua tangan lo, buat nutup telinga lo. Jangan bodoh!"

Daha fazla bilgi
WpActionLinkİçerik Rehberi