Ghost of the Building Arts

Ghost of the Building Arts

  • WpView
    Reads 665
  • WpVote
    Votes 81
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Aug 15, 2019
Aku yakin semua orang pasti punya rasa penasaran. Begitu juga denganku. Tapi rasa penasaranku kali ini justru membawaku dalam masalah. . . . . Denting piano yang begitu merdu dari salah satu pintu menuntunku menghampirinya. Kubuka perlahan pintu ini, begitu mataku menangkap piano tua di ujung ruangan, ada seorang lelaki yang duduk manis di sana, menekan tuts-tuts piano hingga menciptakan sebuah nada yang terdengar merdu, matanya menatap tajam ke arahku. Seolah dia memang sudah menunggu. Satu yang membuatku terkejut, dia lelaki yang ada dalam lukisan fantasi di ruang melukis. Lukisan yang teman-temanku bilang, adalah seorang pangeran. Otak gilaku langsung berpikir, apa mungkin dia keluar dari dalam lukisan? Aku menahan nafas begitu dia berjalan tenang menghampiriku. Dunia serasa runtuh saat ini juga. Dan detik itu, rasanya aku ingin mati saja begitu dia berkata, "Hello, my love." . . . . Baru kali ini aku membenarkan kata orang-orang, kalau tidak semua rasa penasaran itu baik dan harus dituntaskan, kalau tidak ingin berakhir sepertiku.
All Rights Reserved
#141
paranormal
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Revenant: Kuntilanak Penyelamat
  • sraddah (on going)
  • Reikarnasi Season 1 ( WMMAP )
  • Penguasa Alam Ghaib
  • SINGASARI, I'm Coming! (END)
  • Lain Dunia (Tamat)
  • NOIR [SUDAH TERBIT]
  • My Duchess / End

Kehidupanku begitu indah dan penuh dengan warna. Tidak semua orang memiliki keistimewaan untuk menghidupi kehidupanku. Aku cinta penuh terhadap Ibu dan ayahku yang membesarkan Aku. Dan Aku cinta semua teman sekolahku meskipun perseteruan dan masalah ada di antara kita. Tetapi semuanya sirna dalam satu jentikan jari. Hanya butuh satu insiden saja untuk mengakhiri hidupku di dunia ini. Aku melihat tubuhku sendiri penuh dengan darah, dan tulang yang patah dan rapuh. Satu momen yang berlangsung selama 5 menit saja bisa menghancurkan kehidupan yang dibangun bertahun-tahun. Namaku Angeline dan umurku masih 14 tahun. Sebagai arwah gentayangan. Aku berkelana ke tempat-tempat familiar dan menemui mereka yang terdekat dengan aku. Dari sekian banyaknya teman-temanku yang terdekat, seorang anak di kelasku yang dianggap aneh adalah satu-satunya yang hidup yang bisa mendengar perkataanku berkat dari talenta kususnya. Dan dari terjalinnya komunikasi antara Aku dan Alina, kita menciptakan sebuah persahabatan yang baru di tengah-tengah duka dan tragedy. Sebagai roh orang mati, Aku berprasangka akan menghabisi akhiratku di dalam penyesalan, amarah, dan binasa. Seperti apa yang banyak orang pikir sebagai hantu gentayangan yang haus akan balas dendam, meminum darah anak-anak, dan membawa ketakutan, kutuk, dan mala petaka kepada yang masih hidup. Tetapi Aku tidak pernah berpikir mengenai balas dendam ataupun kebencian kepada siapapun. Aku tidak tega untuk menyakiti orang lain semenjak Aku masih kecil dan begitu juga setelah Aku mati. Aku selalu membantu orang yang lemah, dan menemani mereka yang kesepian. Demikian hal yang sama juga yang ingin kuliakukan sepanjang kematianku sebagai roh yang tersesat. Banyak sekali yang kudapatkan di sepanjang pengalamanku sebagai roh mati. Terutama dengan bangkitnya kuasa gelap yang melandai ibukota, menyelamatkan perempuan yang hampir mati, dan melawan para penjahat. Apakah kematian ini adalah akhir dari riwayatku. Atau awal kehidupan yang baru?

More details
WpActionLinkContent Guidelines