Before I Fall

Before I Fall

  • WpView
    Reads 561
  • WpVote
    Votes 62
  • WpPart
    Parts 30
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Feb 3, 2022
Kita adalah detak, yang sudah terlanjur terasa dekat tanpa peduli terpisah seberapa luasnya jarak. Kita adalah detik, yang sudah terlanjur mengalir dan tak bisa kembali lagi. ___________________________________________ "Kenapa? Kenapa datang kalau berakhir untuk pergi?" Gadis itu menangis tak terima, lantasan kenyataan yang menghantamnya dengan sangat kuat. "Maaf..." Hanya kata 'maaf' yang dapat lawan bicaranya itu katakan, tidak menyangkal bahwa dirinya memang bersalah dan membuat gadis cantik nan ceria -mungkin nantinya tidak akan ceria lagi, menangis di depan matanya dengan keadaan kacau. "Fuck up!" Punggung gadis itu berjalan menjauh, menghilang dari pandangan. Menunduk dan mengingat kembali satu minggu sebelum hari ini. Mereka bahagia. Tidaklah terpikir untuk melihat gadis kesayangannya itu menangis. "Maaf....." Lagi dan lagi, hanya kata maaf lah yang bisa dilontarkan. Maaf sudah membuat kamu bahagia dan berakhir dengan tangisan. Maaf... akhir bahagia tidak butuh cerita, begitu pula dengan, cerita bahagia tidak butuh akhir. "Let's meet in another life... Samantha."
All Rights Reserved
#37
watty2019
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • HILANG [Segera Terbit]
  • SELF LOVE
  • FIZYA
  • AYARA [END]
  • Alur Kehidupan [REVISI]
  • ATHALARIQ
  • The Choice [Completed]
  • Esya {TERBIT}
  • Without You (Terbit) || COMPLETE ✅
  • MENEPI UNTUK PERGI [END]

BUDAYAKAN FOLLOW DULU SEBELUM MEMBACA:) (Completed) "Tuhan mengizinkan kita untuk merasakan luka, tetapi Ia juga akan memberikan penawarnya." Ada pada ketidakadaan. Sepi di tengah keramaian. Bagaimana jika kita di tempatkan dalam keadaan tersebut? Tak ada satu pun diantara kita yang dapat menentukan takdir hidupnya sendiri bukan? Begitu juga dengan Keynara Angeline. Selalu berusaha menutup luka yang ia alami, membangun tembok es dalam hatinya. Terbiasa diabaikan dan kehilangan membuat nya tumbuh menjadi gadis tangguh. Akankah ia harus kehilangan semua yang ia miliki? Atau justru ia sendiri yang memilih untuk hilang? Lelah dengan derita yang ia tanggung. "Kamu ga perlu nangis lagi mulai sekarang. Biar aku yang bakal ngembaliin semua yang harusnya jadi milik kamu," ucap Alrich membawa secerah harapan bagi Keynara. *** Cerita ini murni hasil pemikiran saya, mohon maaf bila terdapat kesamaan tokoh, tempat, bahkan alur cerita. Semuanya itu kemungkinan karna unsur ketidaksengajaan:') Don't copas my story:') Cover Designed By : @RsyHnfh_985

More details
WpActionLinkContent Guidelines