ALVIETTAN
  • WpView
    Reads 521
  • WpVote
    Votes 47
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jun 18, 2021
"Menjelajah ke dua hati sekaligus!" ---- Sebut saja cowok pencinta hal baru (Contohnya Belajar, mencari tahu sesuatu yang berbau teknologi dan sulit dipecahkan) Alviettan Adyrel, sering dipanggil Ettan. Sikap cuek selalu diperlihatkan pada setiap orang yang tidak terlalu dekat dengannya. Tetapi, jika sudah mengenal oranglain Ettan akan bersikap hangat layaknya lelaki kebanyakan. Ettan tidak mempunyai sahabat lelaki, hanya ada dua gadis yang mau bersahabat dengannya sedari SMP. Semua berjalan sesuai jalan kehidupan masing-masing, sampai satu kesalahan yang dibuat oleh salah satu sahabat Ettan membuat mereka terjebak di zona yang sebenarnya tidak mereka kehendaki. Sudah terlalu jauh masuk, apakah semudah itu untuk keluar? "Layaknya planet Pluto yang tidak dianggap padahal sebenarnya ada. Itulah, Egan." -Megan "Bukan, Gan. Sebenarnya kita bertiga membentuk garis horizontal yang berada di titik yang sama." -Ettan "Benar. Ettan seperti Atmosfer yang melindungi bumi dengan lapisan gas yang dia punya. Ettan melindungi kita berdua dengan cara yang di punya." -Rosa [Romantis x Thriller x Sad] UPDATENYA LAMA! JADI HARAP BERSABAR
All Rights Reserved
#108
tegang
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SeKalya
  • Blonde & The Cold Heart [TERBIT]
  • GALTHAR
  • Friendship Goals
  • CHILI IS NOT CHILL
  • Love Two Prince
  • Hello Ethan! [Complete]
  • GUE CANTIK, LO MAU APA?! (End)
  • ALVIRUM
  • Stuck With You | ON GOING
SeKalya

"Pakai, Kal. Anginnya jahat malam ini," ucap Sean lembut. Kalya justru mundur selangkah, menepis tangan Sean hingga jaket itu jatuh ke aspal basah. Matanya yang jernih tampak berapi-api oleh rasa takut yang disamarkan sebagai kemarahan. "Lo mau apa, Sean?" suara Kalya parau. "Lo kasih gue susu hangat, lo jemput gue tiap pagi, sekarang lo kasih jaket. Lo mau minta apa dari gue sebagai gantinya? Nilai? Uang? Atau apa?" Sean terdiam, menatap jaketnya yang kotor tanpa rasa kesal. "Gue nggak minta apa-apa, Kal. Gue cuma mau lo nggak kedinginan." Kalya tertawa hambar, sebuah tawa yang terdengar menyakitkan. "Nggak ada yang gratis di dunia ini, Sean. Berhenti bersikap tulus, karena gue nggak tahu cara bayarnya." ༼⁠ ⁠つ⁠ ⁠◕⁠‿⁠◕⁠ ⁠༽⁠つ Ini adalah kisah tentang bagaimana rasanya menjadi haus di tengah hujan. Kalyani Nirankara dikelilingi oleh banyak hal, tapi ia kelaparan akan rasa aman. Ia adalah perempuan yang dipaksa tanpa cela oleh tuntutan keluarga Adiwangsa, menyembunyikan luka di balik seragam lengan panjang yang selalu tertutup rapat. Sean Diratama hadir bukan sebagai pahlawan yang bisa langsung menyembuhkan segalanya. Ia hanyalah laki-laki yang mencoba memahami betapa hancurnya seseorang yang dipaksa terlihat hebat oleh dunia. Nama SeKalya menjadi saksi bahwa pertemuan mereka adalah sebuah kejadian satu kali yang meninggalkan bekas abadi. Sebuah perjalanan yang menjadi penentu; apakah mereka akan berakhir dengan menyembuhkan luka lama, atau justru harus merelakan satu-satunya harapan yang pernah mereka punya. Latar: Jakarta, 2026 SMA Paramitha, Kelas 12

More details
WpActionLinkContent Guidelines