Story cover for Just a Game by azznan
Just a Game
  • WpView
    Reads 23
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 2
  • WpView
    Reads 23
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 2
Ongoing, First published Jul 28, 2018
"Truth or dare?"

"Dare," jawabku dengan berani. 

"Tantangannya adalah kau menjadi milik kami berlima selama seminggu. Apapun yang kami inginkan darimu...termasuk tubuhmu, kau harus memberikannya."

Mataku terbelalak. Sial. Sial. Sial.

Mengapa aku bisa terjebak dengan kelima pria cabul ini sih! Oh tidak, bagaimana jika mereka melakukan hal gila padaku selama seminggu ini. Lihat itu seringaian cabul Harry, sangat menjijikan...

Tapi aku ingin merasakannya dengan Zayn. Ia satu-satunya pria yang tidak tertarik denganku, bahkan ia sangat datar. Saat aku berciuman dengannya, ia seperti tidak merasakan apa-apa.
All Rights Reserved
Sign up to add Just a Game to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
My Summer Love by nurfikra29
1 part Complete
Aku pergi bersama Liam ke danau dekat rumah. Kami berdua duduk di tepi danau tersebut. Aku hanya diam kemudian Liam mulai membuka pembicaraan. “Bila kau mencitai pria lain, apa yang akan kau lakukan ?” tanya Liam yang membuatku berhenti melamun “Apa maksudmu ?” tanyaku kebingungan “Bila aku mencintai wanita lain, kau akan marah padaku ?” tanya Liam sekali lagi “Aku tidak tahu. Apa aku harus marah ? lebih baik meninggalkan daripada menunggu” jawabku tegas “Jadi, kau memilih meninggalkan orang yang kau cintai atau orang yang kau sakiti ?” Tanya Liam yang tambah membuatku bingung “Liam apa maksudmu ? aku bingung dengan pertanyaanmu !” jawabku dengan suara tinggi “Marsha, i know ! you love him. I can see that from your eyes. Aku tak mau melihatmu terpaksa mencintaiku” jawab Liam dengan tatapan serius “Masudmu pria itu Zayn ?” tanyaku Liam hanya mengangguk “Liam, please dengarkan aku. Aku tak mau menyakitimu, tapi Zayn memintaku untuk pergi bersamanya besok. Besok hari terakhir dia disini. Biarkan aku pergi bersamanya besok untuk yang terakhir kalinya” kataku yang mulai mengeluarkan air mata. “Itu berarti kau mau meninngalkan orang yang kau sakiti sepertiku. Marsha aku tak memaksamu untuk mencintaiku, tapi aku tak mau melihatmu berpacaran denganku dengan terpaksa” Aku hanya diam membeku. Aku hanya menatap Liam dengan muka yang penuh air mata. Kemudian tak lama Liam beranjak bangun dan mencoba berjalan pergi. Aku menahan tangannya. “Liam, kau masih mau menerimaku untuk menjadi pacarmu ?” tanyaku mencoba “Iya, bila kau sepenuhnya mencintaiku dan melupakan Zayn.aku akan menunggu” jawabnya Aku melepas genggamanku dan membiarkan Liam pergi. Aku tak tahu harus bagaimana, mukaku sudah dibanjiri air mata. Aku tak mau menyakiti Liam, tapi di lain sisi aku mencintai Zayn. Let's read :)
You may also like
Slide 1 of 8
My Summer Love cover
WORDS ✖️ ZAYN MALIK cover
𝐄𝐥𝐝𝐢𝐫𝐚 || [Greshan] cover
aku atau dia? || Fenly Un1ty || cover
Disguise... [END] cover
Between Me and The Boys || 1DZayn Fanfiction cover
PERJODOHAN PAKSA ( END ) cover
Perfect Duet cover

My Summer Love

1 part Complete

Aku pergi bersama Liam ke danau dekat rumah. Kami berdua duduk di tepi danau tersebut. Aku hanya diam kemudian Liam mulai membuka pembicaraan. “Bila kau mencitai pria lain, apa yang akan kau lakukan ?” tanya Liam yang membuatku berhenti melamun “Apa maksudmu ?” tanyaku kebingungan “Bila aku mencintai wanita lain, kau akan marah padaku ?” tanya Liam sekali lagi “Aku tidak tahu. Apa aku harus marah ? lebih baik meninggalkan daripada menunggu” jawabku tegas “Jadi, kau memilih meninggalkan orang yang kau cintai atau orang yang kau sakiti ?” Tanya Liam yang tambah membuatku bingung “Liam apa maksudmu ? aku bingung dengan pertanyaanmu !” jawabku dengan suara tinggi “Marsha, i know ! you love him. I can see that from your eyes. Aku tak mau melihatmu terpaksa mencintaiku” jawab Liam dengan tatapan serius “Masudmu pria itu Zayn ?” tanyaku Liam hanya mengangguk “Liam, please dengarkan aku. Aku tak mau menyakitimu, tapi Zayn memintaku untuk pergi bersamanya besok. Besok hari terakhir dia disini. Biarkan aku pergi bersamanya besok untuk yang terakhir kalinya” kataku yang mulai mengeluarkan air mata. “Itu berarti kau mau meninngalkan orang yang kau sakiti sepertiku. Marsha aku tak memaksamu untuk mencintaiku, tapi aku tak mau melihatmu berpacaran denganku dengan terpaksa” Aku hanya diam membeku. Aku hanya menatap Liam dengan muka yang penuh air mata. Kemudian tak lama Liam beranjak bangun dan mencoba berjalan pergi. Aku menahan tangannya. “Liam, kau masih mau menerimaku untuk menjadi pacarmu ?” tanyaku mencoba “Iya, bila kau sepenuhnya mencintaiku dan melupakan Zayn.aku akan menunggu” jawabnya Aku melepas genggamanku dan membiarkan Liam pergi. Aku tak tahu harus bagaimana, mukaku sudah dibanjiri air mata. Aku tak mau menyakiti Liam, tapi di lain sisi aku mencintai Zayn. Let's read :)