'Patah Hati'

'Patah Hati'

  • WpView
    Membaca 65
  • WpVote
    Vote 6
  • WpPart
    Bab 3
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sel, Agt 7, 2018
Bagaimana rasanya saat kamu benar-benar dicampakan? Ingin pergi bukan?. Tapi niat seperti selalu ku urungkan, aku tak ingin kau menyesal setelah merasakan sakitnya ditinggal, aku sayang kamu. Seperti hujan hatiku saat ini, meski bumi menolak dengan penuh penolakan aku tak menyerah untuk selalu kembali, meski nantinya ku selalu digantikan dengan pelangi, lagi lagi ku hanya ingin membuatmu bahagia. Bolehku minta sesuatu? Jika nanti aku pergi tak ada petanda, ku pastikan saat itu aku sangat terluka. Tapi pintaku tetaplah tertawa, dan berbahagia karna aku sayang kamu. Kemarin kau mengibaratkanku sebagai pemeran utama yang selalu bahagia, tapi itu kemarin. Saat ini peranku sili berganti menjadi figuran yang kau butuhkan saat pemeran utama tak bisa datang. Sebernarnya kuingin marah saat kau memblokir semua media sosialku. Tapi sial, hati ini tak pernah tega untuk mencapakanmu. Kau tau karna apa? Karna aku tak ingin keadaan semakin memburuk. Peranmu kini sebagai antagonis yang selalu membuatku terluka, sedangkan aku memerankan protagonis yang selalu terima kau buat luka. Luka yang kau buat kemarin, membuatku menemukan sosok yang baru. Terimakasih hadiah perpisahan darimu kuucapkan.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#165
akudankamu
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Kamu [SELESAI]✔
  • SalFlo
  • Full Of Scratches
  • You're Here, But Not For Me
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • [HSLS] You are.... √
  • Antara Jarak Dan Waktu

Tak ada yang tak mungkin di dunia ini. Sepucuk kertas yang kutulis dengan torehan tinta sederhana mampu merubah kenyataan hidupku. Aku selalu dan akan selalu percaya akan takdir yang Allah gariskan untukku. Kuharap, esok nanti dirimu masih sama seperti hari ini. Aku tahu, dan aku menyadari siapa diriku ini. Hanya gadis sederhana yang mencintai seorang lelaki berparas rupawan. Sungguh, karena Allah-lah aku mencintainya. Lucu mungkin? Orang sepertiku mencintai sosok hampir sempurna sepertinya. Hingga berjalannya waktu yang tak terasa. Seperti hembusan nafas yang tidak kalian sadari, aku mulai dekat. Selalu nyaman, dan selalu ingin membuatnya bahagia. Namun, sebuah kenyataan pahit mengantarkanku hampir ke titik terendah dalam hidupku. Takdir yang kupercayai membuat diriku hidup seolah-olah tak ada kebahagiaan lagi setelah itu. Tapi, perasaan ini masih tersimpan jelas meskipun kamu membenciku. Kamu? Ya, Kamu. Kalau penasaran yuk baca aja gratis kok tanpa dipungut biaya hehe;')

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan