Bertemu Bidadari

Bertemu Bidadari

  • WpView
    Reads 1,421
  • WpVote
    Votes 56
  • WpPart
    Parts 36
WpMetadataReadComplete Tue, Feb 12, 2019
~ Ujung Senja ~ 1 By. Ratu Rianti Matahari belum sempurna menampakkan wajah, udara masih dingan, sisa hujan semalam. Rama masih enggan menanggalkan jaket, ia memeluk dua dengkulnya, pagi ini ia mendapat tugas dari bapak untuk membantu mengecek saluran air di sawah, khawatir air menggenangi tanaman pagi mereka. "Rama, ayo segera berangkat, bapak mu sudah menunggu di sawah" tegur ibu. "Iya bu ..." Jawab Rama, sambil beranjak dari tempat duduk. "Rama berangkat bu ..." Pamit, sambil mencium punggung tangan ibu. Rama mengucap salam. Rama Aditya adalah anak laki-laki pasangan pak Sastra Suwita dan bu Rahmayati. Gante8ng, kalem dan lembut sifatnya. Rambut agak ikal, atletis dan sehat. Baca buku adalah kegemarannya. Masih kuliah, di sebuah perguruan tinggi yang tidak jauh. Tempat tinggal mereka di pinggir kota, tempat yang indah dan sejuk. Jika ke kota hanya 30 menit perjalanan naik motor. Perkampungan yang ramai, tetapi tidak bising. Setiap rumah berbaris rapi, memiliki taman-taman yang asri dan sederhana tapi begitu mempesona. "Ya, ati-ati le ..."* jawab ibu, sambil menatap Rama dengan penuh kasih sayang. Rama mengambil sepeda, di kayuh menuju sawah. Ibu mengantarkan sampai pintu sambil menatap Rama hingga tak terlihat. "Assalamu'alaikum..." Rama menemui bapak. "Wa'alaikumsalam" jawab bapak " Mana yang bisa Rama kerjakan pak" "Itu sebelah sana, coba cek aliran airnya, pastikan tidak tersumbat rumput, karena kalau tersumbat airnya akan terus menggenang menutupi daun padi," Jawab bapak sambil menunjuk ke arah yang di maksut. Rama pun dengan sigap mendatangi lokasi yang di tunjuk, masih segar diingatan, dulu waktu kecil, jika diajak kesawah ia senang sekali, karena bisa mencari belut, keong, capung, jangkrik, dan bisa berlarian bebas. Berbeda dengan sekarang, jika kesawah sudah dipastikan untuk membantu menyiangi rumput, nyemprot hama atau hanya sekedar mengusir burung. Semua menyenangkan. Bersambung ... Balam. Senin, 30072018 14:28
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Selalu di Hati (Sudah Terbit)
  • Senja dan Sabda ( Baca Part Lengkap Di Karyakarsa)
  • Rara [ Proses Penerbitan ]
  • Regards, Natashira (END)
  • Be My Husband [END]
  • My Husband| mpreg [Bxb] Terbit
  • Istri Sah Ikky [B×B]
  • Love With Teacher
  • Not A Perfect Husband ✔

Terima kasih mbak Ade untuk cover buatannya 😘 Ratri Adrina menganggap hidupnya sebagai seorang pegawai dan ibu dari dua anak, setelah kepergian suami tercintanya sudah cukup. Tetapi kehadiran dua bersaudara yang sama menawannya namun memiliki kepribadian yang berbeda membuat dunia kecilnya yang sempurna menjadi agak berantakan. Ir. Satrio Abimanyu, sang arsitek, dikenal sebagai pengusaha muda yang sukses namun sangat serius. Berpembawaan tenang dan sangat religius, semua orang di kantornya diam-diam menjulukinya 'The Fridge' alias 'Si Lemari Es' karena sikapnya yang dikenal dingin dan berjarak terhadap wanita mana pun yang mencoba mendekatinya. Dr. Satrio Wicaksono, sang adik, sebaliknya adalah seorang dokter spesialis bedah jantung anak yang berpembawaan charming, periang, playful dan cenderung playboy. Dua-duanya sama-sama tinggi besar, sama-sama berambut coklat namun yang satu bermata coklat, dan lainnya bermata biru. Tiba-tiba saja Ratri merasa dirinya terperangkap di antara pesona kedua pria ini tanpa mampu memilih salah satunya karena bagi perempuanģ sederhana seperti Ratri, mereka berdua sama menawannya. Tapi bukankah cinta harus memilih? Ah...Cinta adalah sebuah kata yang kuat. Bukankah sudah bukan zamannya lagi untuk jatuh cinta bagi perempuan seusianya? Ratri merasa sangat tidak pantas.

More details
WpActionLinkContent Guidelines