Bertemu Bidadari

Bertemu Bidadari

  • WpView
    Reads 1,417
  • WpVote
    Votes 56
  • WpPart
    Parts 36
WpMetadataReadComplete Tue, Feb 12, 2019
~ Ujung Senja ~ 1 By. Ratu Rianti Matahari belum sempurna menampakkan wajah, udara masih dingan, sisa hujan semalam. Rama masih enggan menanggalkan jaket, ia memeluk dua dengkulnya, pagi ini ia mendapat tugas dari bapak untuk membantu mengecek saluran air di sawah, khawatir air menggenangi tanaman pagi mereka. "Rama, ayo segera berangkat, bapak mu sudah menunggu di sawah" tegur ibu. "Iya bu ..." Jawab Rama, sambil beranjak dari tempat duduk. "Rama berangkat bu ..." Pamit, sambil mencium punggung tangan ibu. Rama mengucap salam. Rama Aditya adalah anak laki-laki pasangan pak Sastra Suwita dan bu Rahmayati. Gante8ng, kalem dan lembut sifatnya. Rambut agak ikal, atletis dan sehat. Baca buku adalah kegemarannya. Masih kuliah, di sebuah perguruan tinggi yang tidak jauh. Tempat tinggal mereka di pinggir kota, tempat yang indah dan sejuk. Jika ke kota hanya 30 menit perjalanan naik motor. Perkampungan yang ramai, tetapi tidak bising. Setiap rumah berbaris rapi, memiliki taman-taman yang asri dan sederhana tapi begitu mempesona. "Ya, ati-ati le ..."* jawab ibu, sambil menatap Rama dengan penuh kasih sayang. Rama mengambil sepeda, di kayuh menuju sawah. Ibu mengantarkan sampai pintu sambil menatap Rama hingga tak terlihat. "Assalamu'alaikum..." Rama menemui bapak. "Wa'alaikumsalam" jawab bapak " Mana yang bisa Rama kerjakan pak" "Itu sebelah sana, coba cek aliran airnya, pastikan tidak tersumbat rumput, karena kalau tersumbat airnya akan terus menggenang menutupi daun padi," Jawab bapak sambil menunjuk ke arah yang di maksut. Rama pun dengan sigap mendatangi lokasi yang di tunjuk, masih segar diingatan, dulu waktu kecil, jika diajak kesawah ia senang sekali, karena bisa mencari belut, keong, capung, jangkrik, dan bisa berlarian bebas. Berbeda dengan sekarang, jika kesawah sudah dipastikan untuk membantu menyiangi rumput, nyemprot hama atau hanya sekedar mengusir burung. Semua menyenangkan. Bersambung ... Balam. Senin, 30072018 14:28
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Pelangi sehabis hujan
  • Not A Perfect Husband ✔
  • A. Y. T. D. A (ANAK YANG TAK DIANGGAP)
  • Senja dan Sabda ( Baca Part Lengkap Di Karyakarsa)
  • Love With Teacher
  • Be My Husband [END]
  • Rara [ Proses Penerbitan ]
  • Nadi Akhir Luka
  • Choose You - PINDAH KE DREAME

"Langit lihat di atas sana!" Teriak gadis kecil berumur 8th "Ada apa bintang?" Tanya cowok yg seumuran.. Dan langit pun mengikuti arah jari telunjuk bintang "Pelangi!" Pekik bintang.. Langit pun tesenyum sambil memperhatikan pelangi itu. "Indah ya!" Lanjut ku "Ya bintang, pelangi indah dan dia selalu hadir sehabis hujan..!" Ucap langit tanpa mengalih kan pandangan dr pelangi itu . 'Apa itu akan seindah hidup kita?" Tanya bintang "Percayalah bintang,pasti ada kebahagiaan di balik kesedihan,!" "Langit aku ga mau perpisah dari kamu!" "bintang, kita pasti bertemu lagi!" Ucap langit sambil memeluk bintang.. "Janji!" "Aku janji langit akan selalu ada unt bintang tapi kamu juga hrs janji!" "Janji apa?" "Janji kalau pelangi itu akan tetap ada walaupun awan pekat menghalangi nya!" "Aku janji langit!" Dan mereka pun saling meraba muka mereka unt memperkuat janji mereka.. Ini adl sepenggal cerita pelangi sehabis hujan .. selamat membaca sahabat rena

More details
WpActionLinkContent Guidelines