See you Angga

See you Angga

  • WpView
    LECTURAS 3,843
  • WpVote
    Votos 320
  • WpPart
    Partes 14
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación jue, feb 11, 2021
Ini hanya cerita tentang gadis biasa yang dibuat jatuh cinta sesederhana tatapan mata. Tentang perasaan tak berbalas yang ingin ia perjuangkan hingga tuntas. Ini tentang Elvina yang mencoba meluluhkan hati Angga. Tentang Elvina yang di tertawakan semesta. Dia hanya yakin ada suatu masa dimana akhirnya semesta berpihak padanya, mengabulkan keinginannya untuk bersama Angga atas perasaan yang nyata.
Todos los derechos reservados
#65
elvina
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Aku Yang Selalu Diremehkan
  • "Algantara Delano Arlaska"
  • Into You [TAMAT]
  • Why ?
  • ARGANTARA [ Bersambung]
  • Elegi Hati
  • Ketos Vs Adek Kelas
  • DIBALIK TAKDIR YANG ASING
  • JANUARGHA
  • BALAS DENDAM! ✔

Angga, seorang remaja pendiam yang gemar menggambar, selalu dianggap tidak berguna oleh ayahnya yang keras dan otoriter. Dalam keluarga yang mengagungkan prestasi akademik dan kesuksesan finansial, minat Angga terhadap seni dianggap sebagai hal sepele yang tidak memiliki masa depan. Hari demi hari, Angga dihujani kata-kata kasar dan sindiran yang menorehkan luka di hatinya. Di sekolah, Angga juga bukan siapa-siapa. Ia adalah bayangan yang tak terlihat, seorang anak yang duduk di pojok kelas, diam tanpa suara. Hanya secarik kertas dan pensil yang menjadi sahabat setianya. Namun, dalam dunia sketsa hitam-putih itu, Angga merasa bebas. Ia bisa menciptakan dunia yang ia inginkan - dunia di mana ia adalah pahlawan utama yang tak tertandingi. Namun, semua itu berubah ketika Angga bertemu dengan seorang mentor tak terduga, seorang pelukis jalanan yang pernah merasakan pahitnya diremehkan. Lewat bimbingan mentornya, Angga mulai menemukan kekuatan dalam dirinya. Ia belajar bahwa setiap goresan pensilnya adalah suara yang tak lagi bisa diabaikan. Seiring waktu, Angga mulai menunjukkan kemampuannya. Namun, ketika kesempatan besar datang - sebuah kompetisi seni bergengsi - Angga harus memilih antara mengejar mimpinya atau tetap tunduk pada bayangan sang ayah. Akankah Angga berhasil membuktikan bahwa ia lebih dari sekadar bayangan, atau justru tenggelam semakin dalam dalam cemoohan dan keraguan?

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido