Anjara

Anjara

  • WpView
    Reads 2,713
  • WpVote
    Votes 376
  • WpPart
    Parts 46
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Sep 5, 2020
Menceritakan tentang perjalanan sebuah skenario Tuhan atau yang lebih akrab disebut dengan TAKDIR. Sebagai pemeran utama dalam sebuah kisah bukankah kita harus mengikuti apapun yang dituliskan penulis di skenario? Begitu pula dengan Shelka, gadis cantik yang harus menjalani lelucon hidup dengan Fake Smile. Gadis itu terlalu pandai menutup sebuah luka. Hanya pada Tuhan-Nya dan bintang-bintang yang bertaburan dilangit malam lah yang menjadi tempat ia mengadu keluh kesahnya. Entah buah dari sikap Shelka yang mana, Tuhan mengabulkan doa-doa Shelka. Tapi saat apa yang dirinya dapatkan sesuai dengan keinginannya beberapa tahun silam bukan bahagia yang ia dapat, tapi justru luka lagi dan lagi. Hingga Bintang yang ia selalu impikan hadir menyapa Shelka melalui wujud kasa steril. Terkadang membuat kita ragu karena kekasarannya. Tapi justru kasa itu melindungi luka kira agar tak semakin perih. Kemana hati Shelka akan berlabuh? Pada hati yang lembut yang selalu ia impikan? Atau justru pada kasa sikasar yang melindungi??? . . . Frist Story, jadi maaf kali ceritanya kurang bagus, ngga dapet feel, ngga sesuai ekspetasi atau banyak typo.. *Pict cover by pinterest
All Rights Reserved
#251
percintaan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Love Melodies [END]
  • Fajar & Senja
  • As Time Allows
  • Waktu Awan dan Rembulan
  • HILANG [Segera Terbit]
  • Alur Kehidupan [REVISI]
  • Back To Change i'm aletha now ! #wattys2018
  • Look At Me!!!                                            [Follow Sblm Membaca❤]

Terkadang seseorang memiliki harapan yang tidak dapat diungkapkan, namun ada tiga hal yang akan selalu mendengarkan harapan itu: Tuhan, lilin, dan bintang jatuh. Itulah mengapa kita selalu berdoa kepada Tuhan, mengucapkan harapan pada saat ulang tahun, dan memohon pada bintang jatuh. --- "Apa yang kau lakukan padanya?" Reina tertawa sarkas mendengar itu. "Kau seharusnya bersyukur aku tidak menancapkan pisau itu di dadanya." Reina menunjuk-nunjuk dada itu sebelum tangannya ditepis kasar. "Stay away from her!" "Jika itu yang kau mau, maka berhentilah mendekatinya. Bukankah aku sudah bilang, kau hanya milikku seorang, jika aku tidak bisa memilikimu, maka tidak ada orang lain yang boleh memilikimu. "Aku bisa melukainya lebih lagi jika kamu mau!" teriak Reina kembali tertawa sarkas. --- "Ambulans! Cepat panggil ambulans!" Darah itu terus mengalir membasahi bajunya. Tangannya yang dingin terangkat menyentuh air mata yang mengalir turun membasahi pipinya. Suara itu memanggil namanya semakin keras saat pandangannya menjadi gelap. (c) 2023

More details
WpActionLinkContent Guidelines