Superstar Superheart

Superstar Superheart

  • WpView
    Reads 50
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Aug 11, 2018
WpInfo
Fiction
Romance
Sama seperti gadis remaja lainnya Airin juga mengidolakan seorang artis. Ia juga ingin mempunyai kesempatan untuk bertemu sang idola. Namun, ia sadar mimpi itu terlalu tinggi. Hingga gadis yang hidupnya sangat penuh ambisi ini ditakdirkan untuk bertemu sang idola dengan perantara insiden yang tidak terduga. Awalnya Airin senang. Namun, lama kelamaan ia menyesal meletakan nama Attar di daftar idolanya. Karena insiden itu menarik Airin untuk terus terlibat dalam kehidupan Attar. Ia ingin cepat menyudahi semua ini, tapi ada yang lebih penting dari pergi meninggalkan Attar selamanya yaitu impiannya masuk ke universitas negeri.
All Rights Reserved
#1
attar
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Don't Talk About Money
  • Gula - Gula
  • THE JOURNEY [END]
  • Dear L - Blue and Gray: Thank You
  • My Love Journey
  •  Garis Luka
  • KAK Senior
  • Tanduk Kecil di Atas Kepala Kita
  • Don't Touch✅

Pernah ga sih? Kalian sekelas sama anak beasiswa yang ganteng banget, pinter banget, tapi juga sombong banget. Padahal dia tuh miskin banget :( Bukannya Irin judging nih, tapi pernah sekali waktu dia sekelompok sama Tama dan maksa buat kerkel di rumahnya untuk tugas akhir mata kuliah Bahasa Indonesia, dan Irin baru tahu, ternyata di Jakarta masih ada ya rumah yang base nya dari kayu tanpa di semen. Letaknya dalam gang kumuh yang bau sampahnya kemana-mana. Tapi jujurly, kalian ga bakal lihat Tama seperti lingkungannya itu, walau dia juga ikut milah sampah yang bisa di daur ulang atau bisa dijual lagi sama bapaknya, semua hal ini yang mendukung Tama mendapat beasiswa untuk berkuliah di universitas terbaik, di tempat yang sama dengan Irin, lewat jalur surat keterangan tidak mampu. Tapi Irin sangat kagum sama Tama, bukan karena wajahnya aja yang tampan, walau hidup Tama terlihat jauh lebih susah dari Irin yang turun naik Jazz ke kampus, Tama ga pernah sekalipun terlihat mengeluh, ga kaya Irin yang perasaan hidupnya ngeluh mulu, malah pinter juga masih pinteran Tama, makanya Irin suka sama Tama, kalo kata Irin sih suka aja, ga yang gimana-gimana, tapi Irin tuh jadi suka ngintilin Tama, minta sekelompok sama Tama, minta diajarin Tama, mau makan bareng Tama atau bawain bahkan beliin Tama makanan, nawarin Tama balik bareng, mau main ke rumah Tama, sampai Tama tuh jengah, dan dari situ Irin menyimpulkan Tama sombong berikut berpemikiran sempit. "Kamu bisa ga? Ga usah dekat-dekat dengan saya? Saya ga butuh belas kasihan kamu, Irin. Jangan bawain saya makanan lagi, ga perlu tawarin saya pulang bareng kamu karena saya bisa sendiri. Jangan masuk ke dunia saya karena kamu tidak cocok. Kamu tidak perlu menempatkan diri sebagai saya karena kamu tidak tahu bagaimana kehidupan saya berjalan. Tapi di luar semua itu, saya bisa menjalankan hidup saya sendiri, tanpa bantuan kamu" Tapi, prinsip Irin tetap satu sejak awal. "Kamu lihat aja, kamu bakal balik dan ngemis cinta sama aku!"

More details
WpActionLinkContent Guidelines