Kumpulan Puisi-puisi

Kumpulan Puisi-puisi

  • WpView
    Reads 36
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jan 7, 2019
Aku suka puisi sejak kelas IV SD, waktu kenaikan kelas adalah kali pertama aku tampil membacakan sebuah puisi. Aku tidak tahu judul apa puisi yang aku bacakan. Aku hanya mengingatnya aku menyukai puisi. Dari situlah aku mulai menyukai puisi dan mulai menulis puisi. Puisi pertama yang aku tulis berjudul "Tanah Airku". Aku sempat kehilangan teks puisi itu, untung aku hapal beberapa baitnya, jadi kutulis ulang. Aku akan posting puisi-puisiku, semoga kalian suka. Aku akan senang mendapatkan kritikan dan saran untuk tulisanku. Karena aku yakin, dengan begitu kalian peduli dengan tulisanku. HAPPY READING :D
All Rights Reserved
#147
sunyi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Senja (Diangkat Dari Kisah Nyata)
  • LANGIT YANG TAK PERNAH PULANG
  • Senandika untuk yang Tak Bernama (GreShan)
  • Lara yang tak kunjung USAI ||•ondah•||
  • Jodoh Pilihanmu, "Dia Yang Terbaik" (TAMAT)
  • Tepian Semu || Lilynn✅
  • "ARGON" Untukmu Bidadari Hatiku
  • Ayo menepi dulu, sebentar saja.

Tepatnya 1 tahun 8 bulan sudah akan tiba. Dimana masa-masa yang sangat sulit, hari demi hari beriringan dengan sunggingan senyum manis dihampiri dengan perasaan yang masih membekas_memar. Aku perlu tau, seakan menjadi topik pembicaraan kita tempo hari_desakku. Aku hanya perlu pahami;setidaknya masa lalu adalah gambaran yang telah usang. Tapi, masih saja kerap sekali kau jaga dari debu. Aku fikir, kau sungguh tiada berujung sedih_nyatanya pahit. Berulangkali aku sering tak sadar akan kehadiranmu; menghantui kesesakan dalam dada. Seharusnya aku sadar_membohongi diri. Sebenarnya jiwaku meronta_rapuh;tapi kakiku beku, lidahku kaku. Berbuat semauku pun tak mampu. Aku harus ceritrakan sepenggal kata ini_setidaknya pada bayanganmu, atau sebait kalimat ini ku sampaikan pada nafasmu. Aku menyerah. Ya, aku pernah menyerah dan berlabuh dihatimu karena rapuh_sama halnya sekarang aku ingin berhenti_lari dari kenyataanmu. Kau bahkan tidak mau tau tentangku_nalarku hilang. Sama persis saat aku pernah kekosongan_kau pun mengisi hariku. Bagaimana aku dapat berisyarat_bergerakpun aku tak sanggup. Aku bagai terjerat;buram;kelam. Hari ini aku akan pastikan kau tidaklah takdirku. Dimana aku bisa bebas dan terbang;melompat dan menerjang_tidaklah keingiannmu. Bermimpi tentangmu tak jua masuk dalam hariku_masih ada yang mengkait dikepalamu_aku hanya persinggahan. Ini terlalu sakit yang mendalam. Aku bisa apa? Coba jelaskan kepada selembar kertas jawabmu_mungkin aku dapati. Setidaknya kau tidak membiarkanku terjerat. Aku bisa berbuat apa dengan menjalani hubungan ini tanpa tulusmu mencintai kekuranganku. Aku tak mampu dengan keinginanmu. Aku sungguh tiada daya. Ku mohon maafkan kelemahanku. Itulah mungkin sebabnya kau masih mencari separuh yang pernah hilang dan tertinggal. Aku bersedia kau tinggalkan tanpa syarat apapun, asal titipkan salammu sebagai suatu tanda kau pernah menjadi penghias hariku_kelam. Aku bersedia_tinggalkan aku saja, mungkin itu lebih baik bagimu_kehilangan. April 2017

More details
WpActionLinkContent Guidelines