The Coldest Boy {REVISI}

The Coldest Boy {REVISI}

  • WpView
    Membaca 28,208
  • WpVote
    Vote 13
  • WpPart
    Bab 2
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sel, Jun 23, 2020
"Makasih"-Revan "lu ngapain? jangan bikin gue takut"-Audrey "gajelas"-Revan "lebih gajelas lagi elu, gada hujan gaada angin tiba tiba makasi"-Audrey "yaudah"-Revan "YALLAH MENGAPA ENGKAU MENGHIDUPKAN MANUSIA BATU SEPERTI INI?"-Audrey "Makasih Lo udah hadir di hidup gue, gue gangerti bakalan se sepi apa kalo gaada lo. Lo selalu ada kalau gue lagi banyak pikiran, walaupun sebenernya 45 persen lu ngehilangin sedih gue dan 55 persennya bikin orang tambah ngamuk"-Revan "gue bingung kenapa Lo tiba tiba-tiba bisa ngomong panjang kaya gini, padahal ini hal langka. tapi yang lebih bikin gue bingung, lu sebenernya muji gue ikhlas apa engga sih"-Audrey "gangerti"-Revan Revan POV* udah mikir berkali-kali buat ngomong begituan bisa bisanya dia masih ga nyadar. Astaga harus banget apa ya gue suka nya sama dia
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#9
audrey
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Stay (Away)
  • Inersia
  • To: Revan [TELAH TERBIT]
  • KEYVANO [Selesai]
  • Possessive (Girl)Friend [END]
  • Prestige
  • ZATARFA (Tamat)
  • M Y   B A D B O Y (Completed)
  • COMPLICATED
  • BAD LIAR (Completed)

⚠️Cerita Mengandung Bawang⚠️ "Lo maunya apa sih?!" Prilly mengeluarkan seringai menggodanya. Tangannya terulur menuju kerah seragam Ali, ia menarik kerah Ali hingga tubuh Ali terhempas mendekat ke arahnya. Lantas ia berbisik dengan suara seraknya, "Lo tanya mau gue? Mau gue itu cuma hati lo." "Murahan," ujar Ali sarkastik sambil menarik tubuhnya menjauh. Prilly masih mempertahankan seringaiannya. "Gue gak bakal semurahan ini kalo lo gak jual mahal sama gue," balas Prilly berusaha memepetkan tubuhnya kepada Ali. Hal itu membuat Ali berdengus jijik, enggan luluh dengan sikap Prilly. "Cih, dasar jalang!" Prilly menatap tepat di bola mata Ali, ia memonyongkan bibirnya dan memajukan dirinya seperti ingin mencium Ali. Tetapi, hal itu tentu hanya sebuah gertakan saja. "Gue gak bakal jadi jalang, kalo lo gak nolak cinta gue!" Prilly berteriak kencang tanpa memikirkan harga dirinya lagi. "Tapi, gue udah punya pacar!" Ali berdesis sembari menatap tajam Prilly. "Putusin pacar lo, terus jadian sama gue. Gampang 'kan?" Ucapan enteng Prilly membuat emosi Ali tersulut. "Lo gak cinta sama gue tapi lo terobsesi buat milikin gue. Dan itu buat lo gila!" Prilly berdecih, "Iya. Gue gila. Dan itu semua, karena lo!" Dua tahun bukanlah waktu yang singkat bagi Prilly untuk mengejar Ali dengan cara-cara murahan, dan hasilnya ia selalu ditolak mentah-mentah oleh Ali. Ini semua berawal dari Prilly yang sering mengumbar gombalan kepada laki-laki di kelasnya dan Ali adalah salah satunya, dan itu semua berakhir pada perasaan semu yang nyata. Awalnya Ali tidak pernah menganggap serius gombalan Prilly, tetapi Prilly mulai melakukan tingkah konyol, seperti saat Prilly mengumumkan kepada seluruh teman sekelasnya bahwa mereka resmi berpacaran. Hal itu membuat Ali muak dan membenci Prilly. Oleh karena tingkah murahan Prilly, Ali tidak ingin berinteraksi selayaknya teman sekelas kepada Prilly. Seringkali Ali menyuruh Prilly menjauh, namun selalu dibantah dan Prilly memilih untuk b

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan