Aku dan Ceritaku

Aku dan Ceritaku

  • WpView
    Reads 166
  • WpVote
    Votes 29
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Sep 1, 2018
Aku selalu percaya bahwa kebahagiaan tidak diukur oleh materi. Kelebihan uang bukan berarti kau tidak akan mengalami susah. Kekayaan bukan berarti kau tidak akan menderita. Aku! Aku memiliki materi yang lebih, ya bukan milikku namun milik orang tua ku. Aku memiliki wajah yang tidak jelek, kulit putih bahkan aku dikaruniai otak yang cerdas. Lantas apakah aku bahagia? Ya, aku bahagia memiliki itu semua. Lalu, apa aku tidak menderita? Sangat. Aku sangat menderita. Lantas, apa aku boleh mengeluh? Tidak, sama sekali tidak. Mengeluh bukan menjadikan kau lepas dari segala penderitaanmu kan.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • My Bad Girl #BadSeries✔
  • I'm Alessa
  • Rama Prananta (Sudah Terbit)
  • Let Me Love You Longer
  • TERA
  • Sefrekuensi {ON GOING}
  • Eliinaa
  • Ken & Ara [SELESAI]
  • Petrichor

Banyak orang yang bilang bahwa cinta itu indah. Menghapus segala resah dan gelisah. Mengganti luka dengan tawa, membawa kesedihan yang melanda untuk sirna. Banyak orang yang bilang bahwa jatuh cinta itu indah. Membuat hari berwarna dan hidup menjadi lebih sempurna karena hadirnya dia. Namun, tak semua yang berkaitan dengan cinta itu semuanya indah. Tak selamanya cinta itu membahagiakan. Tak ada yang bisa menjamin bukan bahwa cinta pun bisa berakhir dengan tawa kebahagian atau sebuah luka yang disertai dengan tangisan? Ini bukan kisah di mana dua orang jatuh cinta secara diam-diam. Ini bukan kisah cinta segitiga antara tiga, anak manusia. Tapi, ini hanyalah kisah di mana ketika kita telah jatuh namun tak sadar. Telah cinta tapi tak terasa. Telah merasa sayang tapi tak pernah bilang. Dan saat di mana kita telah menyadari segalanya, justru orang yang kita cintai itu... pergi. Bukan pergi untuk sementara. Tapi selamanya. "Jika kehadiranku tak dapat membangunkanmu, lantas apakah kepergianku akan membukakan matamu?" ©Copyright2019

More details
WpActionLinkContent Guidelines