Aku dan Ceritaku

Aku dan Ceritaku

  • WpView
    Reads 166
  • WpVote
    Votes 29
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Sep 1, 2018
WpInfo
Fiction
Romance
Aku selalu percaya bahwa kebahagiaan tidak diukur oleh materi. Kelebihan uang bukan berarti kau tidak akan mengalami susah. Kekayaan bukan berarti kau tidak akan menderita. Aku! Aku memiliki materi yang lebih, ya bukan milikku namun milik orang tua ku. Aku memiliki wajah yang tidak jelek, kulit putih bahkan aku dikaruniai otak yang cerdas. Lantas apakah aku bahagia? Ya, aku bahagia memiliki itu semua. Lalu, apa aku tidak menderita? Sangat. Aku sangat menderita. Lantas, apa aku boleh mengeluh? Tidak, sama sekali tidak. Mengeluh bukan menjadikan kau lepas dari segala penderitaanmu kan.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Eliinaa
  • I'm okay (END)
  • TERA
  • FIZYA
  • Nayara [ TERBIT ]
  • I'm Alessa
  • LOVE YOURSELF(Hiatus)
  • Rama Prananta (Sudah Terbit)
  • Can Be With Love ✅
  • Become an Extra or Main Character [END]
Eliinaa

Apa yang terlintas di benak kalian ketika mendengar kata 'Rumah' ? Tempat nyaman dipenuhi kehangatan? Tempat berlindung dari terpaan badai kehidupan? Pasti itu kan yang terlintas di benak kalian? Sayangnya, 'Rumah' yang ada di kehidupanku jauh berbeda dari semua itu. Kehangatan berubah menjadi kepedihan. Tempat yang seharusnya jadi tempat berlindung justru jadi tempat yang paling membuatku tertekan. Aku tidak iri, sungguh. Aku hanya ingin merasakan bagaimana rasanya ketika dipeluk oleh ayah dan ibu dengan penuh kasih sayang. Sarapan bersama ayah, ibu, kakak dan aku di pagi hari sambil tertawa ria karena masakan ibu yang gosong mungkin? atau jatuh dari motor saat sedang belajar mengendarainya lalu ayah akan datang dan membantuku berdiri, menenangkanku sambil berkata "Gapapa, ini biasa terjadi kok kalo lagi belajar, pernah dengar pepatah 'kamu nggak bakal bisa berdiri kalau nggak pernah jatuh' kan? Nah, kasus kamu sekarang sama kayak pepatah yang ayah bilang tadi." ? atau saat adzan tiba, ayah akan mengajak ibu, kakak dan aku untuk sholat berjamaah dengan ayah sebagai imamnya ? atau mungkin menjahili kakak yang sedang sibuk belajar lalu aku akan dihadiahi kejar-kejar an dan berakhir dengan aku yang terjatuh lalu menangis, kemudian ibu akan datang mengobati lukaku akibat aksi kejar kejar an tadi sambil mengoceh? Benar-benar keluarga impian bukan? Ya, benar, karena itu 'keluarga impian' maka itu hanya akan jadi 'mimpi' saja. Itu tidak terjadi di kehidupan nyata. Ya, mungkin ada, tapi bukan kehidupanku. Sekarang, rumah sudah tidak lagi menjadi tempat ternyaman dan penuh kehangatan seperti yang kurasakan dulu. Kini rumah hanya menjadi tempat berteduh dari panas dan hujan. Aku telah kehilangan, dan rasa kehilangan ini telah membuatku takut untuk memiliki.

More details
WpActionLinkContent Guidelines