Their Hames.

Their Hames.

  • WpView
    Reads 94
  • WpVote
    Votes 27
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Aug 1, 2018
Gerhana Pramudya tak membayangkan apa-apa lagi dalam hidupnya. Kesempurnaan baginya sudah cukup dengan hidup bersama Razaf Harnold-tunangannya dan juga Hames Redrigez Pramudya-anaknya. Namun kemunculan Ankara Atmajoyo bak petir di siang bolong, yang menyambar Gerhana dan membuatnya takut akan satu hal. 'Ayah Hames' itu akan mencuri Hames darinya dan juga Razaf. Hames sendiri tak peduli siapa ayah biologisnya, ia sudah sangat senang tinggal dengan ibu dan calon papanya itu,Razaf.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Being a Good Papa [ End ]
  • dibalik alyksandr
  • Terjebak Bersamamu
  • Senorita in Trouble
  • Kak, Aku Kecewa (Tamat)
  • Takdir di Antara Kita (Tamat)
  • Tunangan Tak Diundang
  • My Heart Calls Out For You (Book I)

Apa penyesalan dalam hidup yang pernah kalian alami? Kalau Arthan ditanya seperti itu, maka dia akan menjawab ; Menjadi pria yang tidak berguna, sekaligus ayah yang gagal. Setidaknya Arthan ingin sekali dalam hidupnya, dia melakukan hal-hal yang membuat keluarganya bahagia. Namun, hidup yang hanya sekali itu, dia habiskan untuk hal-hal yang sesat. Berjudi, mengabaikan anaknya setelah ditinggal mati oleh istri, dan terlilit hutang hingga rentenir terus berdatangan. Lantas, pada malam dia dikejar oleh rentenir dan anaknya, Alberix, disandera oleh rentenir, Arthan tertabrak truk dan tubuhnya terhempas begitu saja di aspal, hingga aspal itu digenangi oleh darahnya yang menyebar kemana-mana. Malam dimana penyesalan terus berdatangan. Lalu, dengan begitu saja, Arthan menutup mata dengan perasaan bersalah yang menumpuk di dalam dada. Hingga ketika ia membuka mata, bukan alam Barzah lah yang ia lihat, tetapi wajah anaknya yang datar saat sedang melakukan sarapan bersama. Arthan spontan menyeletuk, "Alberuk?" Alberix langsung bombastic side eyes. "Alberix, pa. Not Alberuk, apalagi beruk."

More details
WpActionLinkContent Guidelines