SHEATHE
  • WpView
    Reads 43,231
  • WpVote
    Votes 520
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Oct 15, 2018
"Jadi gimana? kamu mau?" Ucap anna sambil menatap lekat-lekat laki-laki yang duduk di hadapannya. Lelaki itu bernama Alex. 29 tahun. Seorang laki-laki parlente keturunan Jawa-Inggris, dengan rahang muka yang tegas serta sorot tatap mata yang tajam. Yang Anna kenal melalui media sosial berbasis cari jodoh. "Why not? Of course aku mau. And we already talk about it before." Anna menarik nafas panjang "Ok then. Jadi ada poin yang kamu kurang setuju atau harus ditambah?" Alex kembali membaca poin itu satu persatu dengan teliti, kemudian menatap Anna. "Hmmm...sepertinya ada satu poin lagi yang ingin aku tambahkan." "Apa itu?" "Jadikan aku last option kamu untuk menikah. Bagaimana?" DEG! Jantung Anna serasa berhenti saat itu juga.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ISTRI SETELAH CINTA
  • °メDipaksa Kawinメ° [SELESAI]~
  • With Mr. Old ✓
  • Iiiiiih, Mas Kahfi!
  • Oddly Coupley (Complete)
  • Mr. & Mrs Albrecht
  • Sepantasnya Usai ( Selesai )
  • Tentang Kita
  • HAPPY ENDING (Open PO Info Cek Bio)

"Kamu harus merencanakan kehamilan segera setelah menikah dan memiliki anak secepat mungkin." Yerin Fadhillah mengangguk tanpa gentar. Dia tahu-cinta tak pernah benar-benar jadi bagian dari kesepakatan ini. Dia menerima syarat itu tanpa ragu. "Kamu yakin bisa menjalaninya?" Suara pria itu dalam, nyaris berbisik, namun menyisakan gema yang menyayat. "Aku akan berusaha. Setiap hari. Sepenuh tenaga." "Ya, aku bisa melakukannya." Yerin berpikir bahwa dengan banyak usaha, seorang anak akan segera hadir diantara mereka. Dia berharap cinta suaminya akan semakin dalam ketika mereka memiliki anak. Dia percaya bahwa tidak akan ada lagi kehidupan yang sepi dan menyesakkan setelah mereka punya anak. Namun, harapan itu hancur lebur setelah dua tahun pernikahan mereka. "Maaf... dengan kondisi seperti ini, peluang untuk bisa hamil sangat kecil." Suara dokter tenang, seakan tak sadar dia baru saja menjatuhkan palu pada harapan terakhir Yerin. Saat itulah dunianya menjadi sunyi dan hening. Tak ada tangis.... Tak ada teriakan.... Hanya suara deru napasnya sendiri yang tidak teratur, tiba-tiba terasa terlalu berat untuk dilanjutkan. ISTRI SETELAH CINTA

More details
WpActionLinkContent Guidelines