Rindu Ini Hanya Untukmu

Rindu Ini Hanya Untukmu

  • WpView
    Reads 15
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Aug 2, 2018
Pertama Pada dasarnya seorang wanita itu memang lembut tapi bukan berarti wanita itu lemah. ketika wanita bersedih lalu menangis, dia berharap kejadian yang membuatnya bersedih itu tak akan terulang lagi. pada saat manusia memohon pada RabbNya ia ingin sekali berharap kebahagiaan itu selalu menyertainya. ini membicarakan soal rindu ya hehe bukan soal wanita. _ Saat rindu itu datang ia slalu berharap untuk bertemu, ia tak ingin berlarut dalam kesedihan. Rindu itu berat jika tidak bertemu tapi rindu itu kadang menyakitkan saat rindu itu selalu menghampiri dan menghabiskan waktu untuk bersedih lalu memikirkannya dan akhirnya meneteskan air mata dan itu rasanya tidak enak sekali, apalagi orang yang di rindukan tidak merasa jika dia sedang dipikirkan dan dibutuhkan. Untuk yg pertama, sedikit dulu yaa bacaannya karena masih dalam tahapan belajar, jadi ya updatenya agak lama hhe☺☺ jangan lupa yaa Baca Al-Qur'annya.. Jangan pas lagi Rindu ajh.. hhe
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Brave Alone
  • Merayu Di Sepertiga Malam
  • KAGUM
  • Syahadat Cinta Untuk Halwa(Faith,Love,and Destiny)✔️
  • CANDU KU TAK BERUJUNG
  • • KECEWA ~
  • Our Journey To Love
  • tahu crispy dan tatapan pertam
  • Perjalanan Cintaku...
  • Apa Kabar, Luka? (TAMAT)

Kemungkinan dalam halnya kehidupan itu buram. Takdir bisa mengubah semuanya dalam sekejap. Ara tau kehidupan tak akan selalu berjalan lancar. Masalah, rintangan datang untuk menghadang. Dalam senyuman manis itu terdapat kesedihan yang jauh mendalam. Dalam doa, selalu dalam doa Ara bisa lega. Berharap semua baik-baik saja. Hingga Tuhan selalu menangkalnya, Ara percaya suatu saat nanti ia pasti bahagia. Pasti. Dan semoga. "Tuhan kuharap di napas terakhirku aku bisa tersenyum. Walaupun itu senyum kesedihan yang aku punya." Kegetiran yang menyergap membunuh perlahan diri yang sebenarnya. Sekuat apapun itu pasti luruh dalam sekejap. Akankah bisa ia bertahan? Kepoin my first story yuk!! ✌✌ Ada tambahan nih, tokohnya sebenernya banyak tapi ntar nyusul-nyusul yah. Ceritanya kalo ga nyambung atau aneh maklum ini first story, jadi kalo mau kasih saran, sok atu kasih aja. Tapi kalau penasaran klik tambah ya!!

More details
WpActionLinkContent Guidelines