Sacrifice

Sacrifice

  • WpView
    Reads 48,111
  • WpVote
    Votes 198
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jul 21, 2016
Anna Dua hal yang begitu kucintai di dalam hidupku, ballet dan dia. Aku terlalu mencintai keduanya sampai aku takut aku akan hancur jika aku kehilangan salah satu dari mereka. Tapi pernahkah kalian mendengar jika kita tidak bisa memiliki kedua hal yang kita sukai itu sekaligus? Lucas Entahlah, setiap kali melihatnya, ada rasa sakit yang masih terselip di dalam hatiku. Rasa dendam yang kusimpan karena dikecewakan oleh orang yang dulu sangat sangat kucintai. Aku ingin memiliki dia, menguasai dia, dan membalas dendam yang kurasakan kepada dia. Walaupun aku juga tidak bisa berbohong kalau aku mencintai dia. Sergio Melihatnya bahagia sudah cukup untukku. Asalkan dia bisa tersenyum, aku bahkan rela menangis untuknya. Dia bagaikan poros hidupku, sumber nafasku. Aku mencintai dia, sungguh. Tetapi aku sadar betul jika mencintainya itu berarti adalah dengan bisa melihatnya bahagia,walaupun kebahagiaan itu bukanlah aku.
All Rights Reserved
#406
truelove
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • You, Hope, and Memories
  • Maina & Maxim
  • Love To Close your eyes
  • If You Know You Know(JENLISA) GxG
  • Married To Orphanage
  • Unrequited Feelings
  • LOSE YOU (COMPLETED)
  • But I'm also tired
  • Tangled (KuroTsuki Haikyuu Fanfic)
  • MORE CLOSER (Sudah Terbit)

~Sakura Minami~ Aku mencintainya sejak pertemuan pertama kami. Mungkin dia adalah jodohku, karena Tuhan mempertemukan kembali diriku dengannya . Tapi, dia seperti angin. Dia yang selalu ada di dekatku, tapi takkan pernah bisa ku gapai. Lalu aku bertemu dengannya. Dan pertanyaan muncul di benakku: jika dia memang jodohku, mengapa aku menggapai orang lain? ‬‪~Kenan Voresta~ Dia segalanya di hidupku. Ini bukan lirik lagu yang dia sukai, atau larik puisi yang ku kutip dari novel miliknya. Ini arti dirinya bagiku, dari dulu hingga nanti. Dan dia baru mengetahuinya, ketika dirinya dipelukan yang lain. Tapi, bukankah tidak ada kata terlambat untuk mendapatkan yang dicinta? ‬ ‪~Brian Voresta~ Aku tak pernah menyesal bertemu dengannya, meskipun pada akhirnya, Tuhan lebih memilih untuk memisahkan kami. Dia adalah pewarna di hitam putih hidupku. Dan ku rasa, aku tak akan pernah menemukan penggantinya, karena separo jiwaku, ikut terbawa seiring dengan kepergiannya.‬

More details
WpActionLinkContent Guidelines