Privasi Hati

Privasi Hati

  • WpView
    Reads 436
  • WpVote
    Votes 25
  • WpPart
    Parts 15
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jan 10, 2022
Bagaimana caraku untuk mengungkapkan rindu yang mendesak didalam kalbu? Bagaimana caraku untuk menuntaskan rasa yang selalu tak mau padu? Bagaimana caraku sembunyi dibalik rasa cinta yang tak mau berdiri sendiri? Aku gundah gulana. Aku pasrah. Hanya ungkapan hati melalui puisi narasi yang kusebut privasi hati. Semoga mampu mengobati rasa rindu dalam hati.
All Rights Reserved
#259
kumpulanpuisi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Happier Than Ever [COMPLETED]
  • INKONSISTENSI RASA (TERBIT)
  • Lost in Your Mysterious Feeling [ TAMAT ]
  • Can You Give Me One More Chanche
  • Surat Untuk Perasaan Yang Tak dimengerti
  • Cinta dan Takdir Rania [End]
  • DikaRanggi
  •  Mengikhlaskanmu Di Ujung Senja (PROSES REVISI)
  • Rindu Tanpa Lafaz
  • You are in my past and my future [END]

Dia yang kupercayai sebagai pemilik hati ini seutuhnya. Namun dia juga yang menghancurkanku hingga menjadi butiran debu. Melupakan memang takkan pernah mudah. Merelakan yang pernah ada, menjadi tidak ada adalah kerumitan yang belum tentu dia tahu rasanya. Aku masih bertanya-tanya dalam hati, mengapa semua harus berakhir sesakit ini? Dan apa tujuannya selama ini? Bukankah kita berjanji untuk saling menyembuhkan? Tapi tenang saja, aku telah berjanji pada diriku. Aku akan menyembuhkan lukaku sendiri, tanpa bantuan orang lain. -Qaeera Atthifa Hani Aku tak mengerti, mengapa aku yang tak mudah tergoda ini malah begitu saja terjebak dalam perhatian dan tindakannya yang berbeda dari yang lain. Dia yang mencuri hatiku sejak pertama kali aku melihatnya. Bahkan saat aku sama sekali belum mengetahui namanya. Rasa ini telah singgah di hatiku selama sewindu. Entahlah ini yang dinamakan cinta pada pandangan pertama atau hanya rasa penasaranku terhadap dirinya yang tak pernah bisa kumiliki. -Parama Randy Wardhana

More details
WpActionLinkContent Guidelines