Antara Awan, Bulan, dan Bintang

Antara Awan, Bulan, dan Bintang

  • WpView
    Reads 22
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Aug 4, 2018
Aku Bulan, Dewi di langit malam. Saat ingin menggapai indahnya Bintang, aku terjatuh dan mendarat di atas Awan. Wahai Sang Pencipta, Siapa yang engkau takdirkan untukku?
All Rights Reserved
#210
truestory
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Langit.
  • SELENOPHILE : RED MOONBOUND [TERBIT]
  • GERHANA [SUDAH TERBIT]
  • Renald (Open PO)
  • FISIO (Fisika × Biologi)
  • Where The Feelings
  • Semesta Bersabda // [SUDAH TERBIT]
  • Jurnal Tentang Kamu [Sudah Terbit]
Langit.

Dari Langit, untuk senja yang selalu terlihat indah apa adanya. Senja, jujurlah, kau sudah lama kan kehilangan perasaanmu? Kau sudah lama kan mengagumi bumi akhir akhir ini? Aku sudah tau, Senja. Langitmu sudah tau. Senja, harusnya kau tak datang padaku sejak awal. Harusnya kau tak merasa kasihan dengan kesendirianku. Apa aku yang salah, sudah jatuh cinta padamu? Ini bukan perkara tentang hatimu. Ini tentang isi hatiku. Isi hati langit yang bisu. Isi kerinduan semesta yang tak pernah dapat terungkapkan. Senja, mengapa kau masih disini? Mengapa kau masih harus ada di sela sela hari sepiku? Mengapa kau harus menunjukkan tatapan itu padaku? Senja, aku memang kesepian. Tapi bila memang perasaanmu sudah lama berubah, tak apa, pergilah. Senjaku, Langitmu tetap mencintaimu apa adanya. Bahkan saat ia tau kau tidak pernah mencintainya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines