Rindu yang Kini Hilang

Rindu yang Kini Hilang

  • WpView
    Reads 284
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Feb 26, 2019
Setiap hati pasti pernah merasakan rindu. Ada seseorang yang merindu dengan cara menampakkannya. Ada pula seseorang yang hanya bisa menikmati rindunya sendiri diam-diam. Kamu sendiri yang mana? 😊 Selamat membaca Rindu Yang Kini Hilang. Jika berkenan silahkan di Vote, Comment and Share yh kk. 😊 Salam Rindu @rhany_tsuke 🤗
All Rights Reserved
#234
quotes
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Cinta dan Takdir Rania [End]
  • Mahligai Sunyi
  • aku atau dia? || Fenly Un1ty ||
  • KLINIK PUISI (Semoga Lekas Kambuh)
  • Terbelenggu Rindu
  • Apa sih Rindu!? [Completed]
  • Aksara Tak Bertuan
  • SEMESTAKU [Segera Terbit]
  • Coretan Rindu
  • Aku, Kamu, dan Takdir Tuhan

❝Keputusan berat yang harus aku ambil, demi menjagaku juga menjagamu adalah menjauhimu. Bukan karena benci, tapi karena aku mencintaimu. Semata agar kau dan aku tidak terjerumus dalam syahwat yang hina.❞ Begitulah kutipan tulisan yang aku tulis dan kutujukan untuk seseorang, cinta pertamaku. Assalamu'alaikum ... aku Rania Andinadya. Jika kamu bertanya kisah ini mengisahkan tentang apa ... ini tentang perjalananku dalam menemukan hingga harus belajar mengikhlaskan cinta pertamaku. Aku, begitu mencintai dia. Namun anehnya, aku sama sekali tidak pernah berani mengungkapkan perasaanku padanya. Sampai suatu masa, ketika cintaku mulai terbalaskan, hidayah-Nya perlahan-lahan mengetuk pintu hatiku. Aku pun menyadari, aku dan dia tidak seharusnya sering berinteraksi, demi menghindari syahwat yang hina. Meski telah berhijrah, cintaku kepadanya masih sama. Dalam diam, aku tetap mencintai dan mendo'akan kebaikan untuknya. Tapi, siapa sangka takdir malah berkata lain. Setelah menjauhinya sebab cinta, ia telah menemukan pujaan hatinya. Lantas aku berusaha mengikhlaskan, meskipun ikhlas adalah suatu hal yang teramat pelik. Dan satu pertanyaan terus mengusik pikiranku ... mampukah aku mengikhlaskannya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines