Cinta Cara Kita

Cinta Cara Kita

  • WpView
    Reads 866
  • WpVote
    Votes 19
  • WpPart
    Parts 33
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jul 20, 2019
WpInfo
Poetry
Kita adalah dua orang asing. Yang pernah amat saling mengenal. Kemudian memutusakan mengacuhkan satu sama lain. Kita, seperti sedang saling menyakiti dengan cara masing-masing. Selepas tidak denganmu. Seluruh waktuku terbuang untuk tidak mengistimewakanmu. Sementara, aku lupa cara menghargai diri sendiri. Bangsat bukan? -Danasmara
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • CERPEN (END)
  • Rindu yang berjarak
  • Rumah Yang Sebenarnya
  • Mahligai Sunyi
  • Cinta dan Takdir Rania [End]
  •  Mengikhlaskanmu Di Ujung Senja (PROSES REVISI)
  • DikaRanggi
  • DEAR LOVE (ERNANDO ARI SUTARYADI) (SUDAH TERBIT)
  • AKU KAMU DAN WAKTU

Pernah gak sih kamu suka sama seseorang tapi hanya sebatas rasa dan gak pernah bisa mengungkapkannya, mungkin ajah kamu takut tapi sebenarnya juga malu jika harus berhadapan langsung sama orang yang kamu sukai jadinya kamu cuma berusaha buat nutupin perasaan kamu dan sekedar diam dan canggung atau awkward jika berhadapan sama orang yang kamu sukai alhasil kamu jadi terlihat seperti orang absurd dan aneh diharapkannya. Aku adalah puisi bersyair harapan, bersajak rindu, serta berbaiat kenangan dan masa lalu, mencoba melupa namun tak kuasa, hanya dapat menggenggam kenangan dan masa lalu dalam harapan rindu yang ingin ku ubah menjadi kenyataan. Namun aku sadar masa lalu tetaplah sebuah masa lalu, tak perlulah berharap banyak padanya jikapun nantinya dia kembali datang kisahnya jelas sudah tak sama. Lantas kenapa hati ini tak ingin berhenti berharap, padahal ia sendiri tahu bahwa masa lalu telah meninggalkannya. Dan yang meninggalkan semestinya tak untuk dikejar bukan?. Bukan kisah Romeo dan Juliet yang kisahnya apik tertulis dan juga di filmkan, bukan pula tentang Rama dan Shinta yang termasyhur. Bukan orang kaya, cuma orang biasa, bukan penulis tapi hanya seseorang yang ingin meluapkan setiap perasaan lewat bait kata-kata dan juga goresan tinta yang tertulis bersama hati dan juga perasaan. ***

More details
WpActionLinkContent Guidelines