Shenebi (End)

Shenebi (End)

  • WpView
    Membaca 34,383
  • WpVote
    Vote 1,908
  • WpPart
    Bab 40
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Kam, Jan 21, 2021
WpInfo
Fiksi
Romansa
Aku tahu aku yang jatuh cinta, bukan kamu. Tapi tak pernahkah terbesit di hatimu namaku barangsekalipun? Akupun heran dengan satu hal yang sampai sekarang tak kutemukan jawabannya. Kenapa hanya untuk memasabodokanmu bisa jadi sesulit ini?" Kamu tahu? Aku tak akan pernah lekang karena dinginmu. Tak akan pergi semudah itu karena sekat tebal yang kamu bangun. Kupastikan akan kukikis pertahanan itu. Tentang Aeolian.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Memories in Moon
  • Hug Me {Sehun Irene}
  • AIRen
  • RAHASIA LAMPU KOTA (✔)
  • In Tenebris Cordis ft Jake Sim of Enhypen [COMPLETED]
  • enDure || HAJEONGKYU - JEONGKYU - KYUWOO
  • Dalam Rintik yang Sama
  • MY SEQUOIA [COMPLETED] ✔
  • She's So (Un)Lucky! (Season 1 - Completed)
  • Romansa Tuan Sastra | Lee Heeseung ✓

Gadis ini menundukkan kepala membiarkan kucuran air membelai surainya. Hujan terus menggiringku untuk bermimpi, takala ia terus menyusuri tubuhku dari rambut, hingga ujung kaki. Aku hanya diam, air ini sedikit membuat ku tenang. Aku takut, aku gelisah. Aku ingin berteriak memaki keadaan. Memaki diriku. Hujan, akan kah dirimu marah jika ku maki dengan isak ku? Akankah dirimu menerima rasa takut ku? Trauma ku? Semua kegelisahan ku? Rasa tidak percaya ku akan diri ku sendiri? Adakah yang bisa menerimaku? Bulan, jika kau jadi aku, akankah tetap setegar dirimu? Apakah hujan adalah wujud kekecewaan mu pada diri sendiri? Apakah awan yang menutupi mu adalah caramu untuk menghilang? Akankah menghilang adalah wujud lelah mu? Bersembunyi dibalik awan, apakah itu bentuk ketakutan mu seperti aku takut menghadapi kenyataan? Boleh aku jadi dirimu? Jarang di lihat mata, di nanti sebelum purnama namun di sukai saat sempurna. Bulan, pernah kah kau takut akan cacian manusia yang begitu kejam? Bahkan, bintang yang dapat kau gapai bisa saja mencela mu. Rambu dari mereka selalu menusuk nurani. Hilang akal ku, hilang kepercayaan ku. Masih normalkah jika ku bilang ingin menghilang? Masih terimakah kau jika ku bilang mereka harus lenyap?

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan