Memeluk Diri Sendiri

Memeluk Diri Sendiri

  • WpView
    LECTURAS 1,587
  • WpVote
    Votos 43
  • WpPart
    Partes 15
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mar, abr 2, 2019
Ini tidak seperti ceritaku sebelumnya. Ini hanya kumpulan puisiku. Lebih tepatnya, apa yang sebenarnya ada tapi tidak pernah diketahui keberadaannya. Ini adalah apa-apa yang ada dipikiran dan hati, tapi tidak pernah terlontar dan sampai ke telingamu. Ini adalah aku dalam bentuk yang lain. Di mana aku dalam sebuah kediaman. Aku yang diam ketika bertemu denganmu, padahal di dalam sini, sorak sorai tiada henti. Aku yang diam ketika kau sapa, padahal di dalam sini, berkali-kali menjeritkan namamu. Baiklah, ini adalah aku yang tidak pernah kamu tahu. Sisi lain diriku yang tidak pernah nampak dihadapanmu. Rasaku yang tidak pernah benar-benar kau sadari. Dibalik kediamanku, jauh darimu adalah petaka. Karena setiap detik mata terpejam akan terasa berjam-jam.
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • DEAR LOVE (ERNANDO ARI SUTARYADI) (SUDAH TERBIT)
  • Alenara; Living in a Fairy Tale
  • FALLING IN LOVE
  • Mas Duda
  • Cinta Dan Rahasia
  • Tell The World I Love U
  • "ARGON" Untukmu Bidadari Hatiku
  • "Dheandra"

Cinta itu nyata dan bisa terjadi kepada siapa saja. Termasuk aku yang mencintai sosok idola banyak orang. Lucu bukan ? Seorang fans mencintai idolanya? Namun itu yang aku rasakan mau bagaimana lagi cinta dayang tanpa memilih siapa yang akan dicintainya ? Dan kalian tahu aku ini seorang pengecut yang tak berani menunjukan rasa cinta itu, padahal orang yang ku cinta berada disekelilingku. Aku hanya mampu memberinya puisi, sarapan, ucapan semangat, dan juga ucapan selamat jika ia meraih sebuah gelar juara. Aku melakukan itu semua tanpa memberi tanda siapa aku. Biarlah begitu jika aku dan dia jodoh kita pasti bertemu entah kapan itu. Satu yang pasti cinta ku akan selalu tumbuh untuknya. ~Eka Prisilia Rahyana Siapa sebenarnya kamu? Tulisan-tulisanmu membuatku penasaran dengan wajahmu. Sarapan yang kamu kirimkan begitu lezat. Aku selalu menikmatinya. Jika aku bertemu denganmu ingin rasanya ku ucapkan terima kasih banyak. Berkat tulisan-tulisan itu aku menjadi lebih bersemangat dalam menjalani hidup ini. Apakah kamu tahu tanpa kamu sadari aku telah jatuh hati ke kamu? Aku harap kita akan segera bertemu dan mengungkapkan rasa ini satu sama lain. Aku mencintaimu walau kita belum pernah bertemu. ~Ernando Ari Sutaryadi Aku mengenalmu jauh sebelum kamu mengenalku jauh sebelum pertemuan pertama kita. Rasa itu hadir jauh sebelum kita bisa sedekat ini. Namun sayang ketika kita dipertemukan ternyata kamu mencintai dia sahabatku, tak apa sebelum kata jadian diantara kalian terucap aku tak kan berhenti untuk mengejar. Aku akan tetap memperjuangkanmu sampai pada akhirnya lelah itu menghampiriku sendiri. ~Saddam Emmiruddin Gaffar

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido