Story cover for Memeluk Diri Sendiri by dewimurnw
Memeluk Diri Sendiri
  • WpView
    Reads 1,567
  • WpVote
    Votes 43
  • WpPart
    Parts 15
  • WpView
    Reads 1,567
  • WpVote
    Votes 43
  • WpPart
    Parts 15
Ongoing, First published Aug 04, 2018
Ini tidak seperti ceritaku sebelumnya. 
Ini hanya kumpulan puisiku.

Lebih tepatnya, apa yang sebenarnya ada tapi tidak pernah diketahui keberadaannya.
Ini adalah apa-apa yang ada dipikiran dan hati, tapi tidak pernah terlontar dan sampai ke telingamu.

Ini adalah aku dalam bentuk yang lain. Di mana aku dalam sebuah kediaman. 
Aku yang diam ketika bertemu denganmu, padahal di dalam sini, sorak sorai tiada henti. 
Aku yang diam ketika kau sapa, padahal di dalam sini, berkali-kali menjeritkan namamu.

Baiklah, ini adalah aku yang tidak pernah kamu tahu. 
Sisi lain diriku yang tidak pernah nampak dihadapanmu. 
Rasaku yang tidak pernah benar-benar kau sadari. 
Dibalik kediamanku, jauh darimu adalah petaka. 
Karena setiap detik mata terpejam akan terasa berjam-jam.
All Rights Reserved
Sign up to add Memeluk Diri Sendiri to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
NOESIS  by Reisen_San
10 parts Ongoing
Setiap pagi dimulai dengan nada yang sama. Nada yang tidak asing, tapi juga tak pernah benar-benar diingat. Seperti dengung lembut yang tumbuh dari dinding, atau bisikan yang terlalu sopan untuk membangunkan siapa pun. Anak-anak terbangun perlahan. Mereka tahu kapan harus duduk, kapan harus tersenyum, dan kapan harus mengatakan "terima kasih" pada sesuatu yang tidak pernah mereka lihat. Langit tak pernah berubah. Lantai tak pernah berdebu. Hari-hari disusun rapi seperti barisan seprai yang terlipat. Tidak ada yang jatuh. Tidak ada yang hilang. Kecuali... sesuatu yang tidak pernah disebut. Di antara semua yang seragam, ada satu yang tidak persis cocok. Seorang anak perempuan yang terlalu tenang, terlalu sering diam di tengah keramaian, dan matanya-selalu mencari sesuatu yang tidak terlihat orang lain. Serene. Ia menulis hal-hal kecil di balik kertas tugas. Hal-hal yang tidak pernah diajarkan, dan tidak boleh ditanyakan. Ia mencatat kapan musik terasa sedikit lebih sendu, kapan suara langkah di lorong tidak cocok dengan jumlah kaki. Orang bilang Serene hanya anak yang suka berpikir. Anak yang tidak pernah nakal, tidak pernah melawan. Tapi mereka tidak tahu... diam itu kadang bukan berarti lupa, melainkan mengingat terlalu banyak. Dan pagi-pagi di tempat ini, yang seharusnya hangat dan tenang, perlahan mulai terdengar berbeda- bukan karena ada suara baru, tapi karena seseorang mulai benar-benar mendengarkan. *Update setiap jumat * *Aku butuh sebuah 🌟 agar mereka yang tak terlihat tidak mendekat *
"ARGON" Untukmu Bidadari Hatiku by D_Prayogo
5 parts Complete
semua kisahku bermula saat pertama engkau hadir dihadapan mataku. wajah itu tak pernah hilang dari bayangan anganku. selalu menghanyut senyummu dalam kalbuku. semua kisah puisi hanya menggambarkan tentang keindahan dirimu. tak pernah bosan tanganku menulis untukmu. tak pernah lelah jemariku melukiskan indahnya parasmu. sinar mentari,tiupan angin,desiran rumput,kemersik daun,kicauan burung,gemercik air, bag menggambarkan pesona indah parasmu. alunan seruling bambu,senduh dentingan gitar, terus mengiringi merdu suaramu dalam relung hatiku. tak pernah lupa selalu terngiang dalam kepalaku " bang Ar!". setiap saat, setiap hari, aku berusaha selalu ada untukmu. menjagamu sekeras apa pun, membimbingmu sejauh apa pun, menuntunmu sesulit apa pun. bagai sepasang merpati yang selalu terbang beriringan, bagai sepasang kelinci yang selalu melompat bersamaan. namun, aku hanyalah akar untukmu. yang menopangmu, menjaga agar kau tetap berdiri.namun, aku hanyalah aliran air untukmu. yang menjadi wadah untukmu berenang semakin jauh. senyummu adalah bahagia untukku, namun tangismu bukanlah sedihku. karena aku harus kuat untuk membuatmu tersenyum sepanjang hari. hingga kau melantunkan suara merdumu "bang Ar!". namun, bagai dentuman guntur di siang bolong, bagai derasnya hujan di panas terik. semua berubah karena ke egoisanku. karenaku, bunga yang indah mekar kini layu dan gugur. karenaku, angin sepoi peniup melodi kini menjadi badai topan yang ganas. yang tinggal hanya dentingan pedang yang beradu, hanya desingan peluru yang memburu. saling membekas luka, menyayat sembilu dalam relung hati. menjatuhkan merpati, membinasakan kelinci, menumpahkan darah di sepanjang perjalanan yang tersisa. kini hanya ada akar tanpa pohon, air tanpa ikan, dan selembar kertas putih. kini yang terbakar hanya amarah yang mengatakan "tolong jauhi aku!".
You may also like
Slide 1 of 8
Tell The World I Love U - Revisi cover
Cinta dan Takdir Rania [End] cover
Bunda oline dan bayi tata cover
Mas Duda cover
NOESIS  cover
"ARGON" Untukmu Bidadari Hatiku cover
Kamu Milikku cover
Sampai Sini [End] cover

Tell The World I Love U - Revisi

35 parts Ongoing Mature

Aku tahu dia ada di sini. Aroma parfumnya tidak berubah sedikit pun-vanilla musk dengan sentuhan citrus. Di antara ratusan orang, aku bisa menemukannya hanya dari itu. Perth. Aku melihatnya tadi, bersembunyi di balik temannya. Masih sama seperti dulu-selalu berusaha menjauh saat merasa terancam. Tapi kali ini, aku tidak akan membiarkannya lari. Tidak lagi. Dulu, aku kehilangan dia karena kesalahan yang bukan salahku. Karena manipulasi orang lain. Aku mencintainya, dan dia mencintaiku, tapi dunia memaksa kami saling menyakiti. Sekarang, aku kembali ke masa lalu. Dengan segala kekuatan dan harta yang kumiliki, aku putar waktu demi satu hal: menyelamatkan Perth dari akhir yang menyedihkan. Dan aku tidak butuh dia tahu. Aku tidak butuh pengakuan. Aku hanya ingin dia hidup bahagia. Dengan atau tanpa aku. Tapi aku akan tetap ada. Dekat. Diam-diam. Aku akan mendekatinya perlahan. Takkan membuatnya takut. Takkan mengubah takdir secara kasar. Cinta ini cukup kuat untuk menunggu. Dan ketika dia siap... aku akan ada di sana. Tetap mencintainya, seperti sejak awal.