Memeluk Diri Sendiri

Memeluk Diri Sendiri

  • WpView
    Reads 1,587
  • WpVote
    Votes 43
  • WpPart
    Parts 15
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Apr 2, 2019
Ini tidak seperti ceritaku sebelumnya. Ini hanya kumpulan puisiku. Lebih tepatnya, apa yang sebenarnya ada tapi tidak pernah diketahui keberadaannya. Ini adalah apa-apa yang ada dipikiran dan hati, tapi tidak pernah terlontar dan sampai ke telingamu. Ini adalah aku dalam bentuk yang lain. Di mana aku dalam sebuah kediaman. Aku yang diam ketika bertemu denganmu, padahal di dalam sini, sorak sorai tiada henti. Aku yang diam ketika kau sapa, padahal di dalam sini, berkali-kali menjeritkan namamu. Baiklah, ini adalah aku yang tidak pernah kamu tahu. Sisi lain diriku yang tidak pernah nampak dihadapanmu. Rasaku yang tidak pernah benar-benar kau sadari. Dibalik kediamanku, jauh darimu adalah petaka. Karena setiap detik mata terpejam akan terasa berjam-jam.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • MAP OF THE SOUL: City of Dream (END)
  • Cinta dan Takdir Rania [End]
  • Cinta Berbalut Puisi
  • "ARGON" Untukmu Bidadari Hatiku
  • CHRISTIAN EL DANDELION [ The End ]
  • Mas Duda
  • Kamu Milikku
  • "Dheandra"

Setiap orang memiliki cerita dan pengalaman yang berbeda. Dan ini adalah kisahku. Tentang hidup yang kujalani untuk mencari jati diri. Siapa dan dimana aku? Dua pertanyaan yang mampu membuatku bingung dan menghentikan langkahku. Perjalanan terasa monoton dengan jejak kaki yang sama. aku pernah melihat kematian, kesedihan yang maeluluhlantakan hatiku danmenjungkirbalikan duniaku ketika aku mulai melangkahkan kaki. Kesedihan ketika melihat kenyataan masa depan. Semua bermula dari kematian itu. Selanjutnya kehidupanku berjalan seperti drama yang diatur dalam plot dan dialog. Masalah demi masalah datang seperti hujan deras. Tidak ada waktu untuk mencari kegembiraan dan kesenangan sendiri. Satu-satunya jalan adalah membuat benteng dan menciptakan duniaku sendiri. Dunia khayalan. Dunia mimpi. Dunia tanpa masalah dan kesedihan. Tetapi aku terjebak dalam dunia yang kuciptakan. Dan aku menciptakan bagian dari diriku yang lain. Peta jiwaku yang sempurna dan bersih mulai tertutup puzzle-puzzle yang diciptakan dunia untukku.

More details
WpActionLinkContent Guidelines