You Are The Reason

You Are The Reason

  • WpView
    Reads 409
  • WpVote
    Votes 54
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jun 27, 2019
Tania, seorang gadis yang super jutek, tiba-tiba dipertemukan dengan Elang, seorang cowok playboy yang super jail dan nyebelin yang hobinya menganggu Tania, dan tujuan hidupnya adalah membuat Tania jatuh cinta padanya. Bagaimana kelanjutan kisah mereka? Apakah mereka akan bersatu ataukah Tuhan punya rencana lain untuk mereka berdua? "Tuhan menciptakan sesuatu karena sebuah alasan. Dan Tuhan menciptakanku karena sebuah alasan yang bernama KAMU"-Elang.
All Rights Reserved
#299
cute
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Caramel
  • Setulus Cinta Alesha
  • EPIPHANY
  • ON SIGHT (Completed)
  • TAKDIR YANG TAK TERDUGA [TERBIT]
  • My Cold Boyfriend
  • CINTA YANG NYATA
  • DERAN
  • ALEXON [END]
  • Basket dan Voly
Caramel

[ T A M A T ] "Punya mulut dijaga!" desis Caramel. "Ngapain gue jaga mulut gue buat orang yang kasar dan nggak tau sopan santun kaya lo!" balas Malvin ketus. Caramel mengangkat sebelah alisnya lalu berjalan mendekat kearah Malvin hingga jarak diantara mereka hanya tersisa setengah jengkal saja. Caramel berjinjit menyamai tinggi Malvin lalu ia langsung menggigit bibir bawah cowok itu dengan kencang. "Kan gue udah bilang, punya mulut dijaga." Caramel menyunggingkan senyum lalu melangkah pergi dari sana. Berawal dari pertemuan yang tak mengenakan dengan cowok berperawakan tinggi itulah yang malah membuat Caramel tak bisa jauh-jauh darinya. Selalu ada saja kejadian-kejadian yang melibatkan keduanya yang membuat mereka jadi tambah dekat satu sama lain, seperti seakan-akan mereka tercipta memang untuk dipersatukan. Cowok dengan nama belakang Adhitama itu telah berhasil menjadi kelemahan Caramel si gadis egois. Bertengkar karena hal spele sudah menjadi hal yang biasa bagi keduanya, sebab mereka bersatu pun karena sebuah rasa benci. Rasa benci yang kemudian berkamuflase menjadi rasa ingin memiliki. Tapi akankah mereka bisa terus bertahan dengan sifat egoisnya masing-masing?

More details
WpActionLinkContent Guidelines