Life Goes On

Life Goes On

  • WpView
    Reads 21
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Aug 4, 2018
Di suatu tempat dimana bunga bermekaran, mentari selalu bersinar, dan aroma musim semi selalu bertiup, sebuah pondok kayu kecil berdiri dengan kokoh. Pondok ini menjadi saksi bisu kehidupan sederhana sepasang kakak beradik. Latina, seorang gadis kecil energik nan ceria serta kakaknya Rigino, seorang pemuda yang sangat cekatan dalam menghapi berbagai masalah. Mereka menjalani tiap detik hidup mereka dengan penuh kedamaian dan kebahagian. Tak segan mereka akan melakukan apapun agar kehidupan itu akan terus berjalan. Karena salah satu dari mereka tau hanya 2 hal itu yg dapat mempertahankan semangat mereka untuk terus menjalani hidup. Hidup pasca kehancuran global terjadi 5 tahun lalu. "Walau tak banyak yang tersisa di dunia ini, kami akan terus berharap dan mencoba menikmatinya.. Karena setidaknya hanya itu yang dapat kami lakukan."
All Rights Reserved
#11
psychologist
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • the last of the twelve sisters
  • Petunia
  • Ashita 2  :   your Memory Of Darkness
  • Obsessed With The Twins
  • Destiny ✓
  • Dua Antonim: Akulah Manusia Biasa Itu
  • Sister or More

Sinopsis: Di sebuah Lembaga terpencil yang menyamar sebagai panti asuhan, Eugenia dan sebelas gadis yatim piatu lainnya hidup dalam neraka kekerasan dan pelecehan di bawah tangan para pengurus yang kejam. Setelah menyaksikan kematian tragis teman-teman mereka akibat hukuman brutal dan kelalaian, Eugenia dan Rebecca, seorang gadis yang lebih tua dengan jiwa kepemimpinan, merencanakan pelarian. Pada malam festival musik di kota terdekat, ketika keamanan Lembaga melonggar, dua belas gadis itu mencoba kabur melalui lubang yang mereka gali di bawah tembok. Namun, pelarian mereka segera diketahui, dan pengejaran sengit pun terjadi di pegunungan. Dalam upaya melarikan diri, kelompok mereka terpecah. Rebecca, dengan naluri melindungi Eugenia, mengorbankan dirinya dengan menjadi umpan agar Eugenia bisa lolos dari kejaran para penjaga. Eugenia berhasil melarikan diri, hidup dalam kesendirian dan dihantui oleh trauma serta rasa bersalah karena meninggalkan teman-temannya. Bertahun-tahun berlalu, Eugenia berusaha membangun kehidupan baru sebagai Elisa sambil menyimpan kenangan pahit tentang Lembaga dan pengorbanan Rebecca. Namun, ia selalu bertanya-tanya tentang nasib teman-temannya yang tertangkap kembali. Takdir membawanya pada penemuan mengerikan: teman-temannya, termasuk kemungkinan Rebecca, tidak selamat. Mereka ditangkap kembali oleh pihak fasilitas dan dijual ke berbagai tempat untuk dieksploitasi. Kebenaran yang menyakitkan ini membangkitkan amarah dan tekad dalam diri Eugenia.

More details
WpActionLinkContent Guidelines