Takdir Cinta Alifa

Takdir Cinta Alifa

  • WpView
    Reads 202
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Dec 12, 2018
Alifa yang merasa kagum dengan sosok kakak tingkatnya pada masa kuliah dan menjadi pusat perhatiannya mulai dari saat itu. seperti yang dikatakan Ust. Felix Siauw bahwa cinta itu ada 4 tinggakatan yang dimulai dari rasa kagum, kemudian menjadi pusat perhatian, lalu memilih untuk mencintai atau tidak, terakhir adalah mencintai. jika dilihat mungkin Alifa telah masuk ke yang tingkatan ke-3 apakah dia harus mencintai atau tidak? sedangkan dia tau bahwa jika telah masuk tahap ke-3 maka haruslah segera mengkhitbah orang tersebut dan jika akad telah terucap maka boleh untuk mencintainya. jabdi apakah ia harus seperti bundah Khadijah yang melamar Rasulullah? ataukah ia harus menjadi seperti Fatimah yang mencintai Ali dalam diam dan terus memperbaiki diri? Bagaimana takdir cinta yang telah Allah tuliskan dalam takdir Alifa?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • [TERBIT] Zahralvi: Whispers of Qadr ✓
  • kalam cinta
  • Secret Admirer Senior.
  • Alhamdulillah Berjodoh
  • Skala Istikharah [TAMAT]
  • Mencintaimu Dalam Diam
  • Takdir Bersama Kita ! (REVISI)
  • Tahajjud cinta (TERBIT)
  • Taruna Pemilik Hati (REVISI)

‼️‼️ VERSI CETAK BEDA ENDING‼️‼️ Siapa sangka, dari balik dinding pesantren dan lantunan ayat suci, takdir menyulam kisah cinta yang tak pernah Zahra bayangkan? Menjadi santri bukan hal mudah, apalagi saat hatinya mulai goyah oleh sosok Ustadz Alvi Azhar Rivaldi Althezza - guru muda yang disegani, berwibawa, dan meneduhkan setiap mata yang memandangnya. Zahra tak pernah merasa pantas. Tapi ketika takdir mengetuk lewat ilmu dan nasihat, keduanya dipertemukan bukan hanya untuk belajar, tapi juga saling mengenal makna cinta yang terbingkai dalam keimanan. Apakah ini hanya persinggahan rasa, atau memang sejak awal nama mereka telah ditulis berdampingan dalam lauhul mahfuz? "Sebab cinta adalah kamu, yang kusebut dalam doa, berdegup dalam ridha-Nya." ~Alvi

More details
WpActionLinkContent Guidelines