SELFISH (PRIVAT)

SELFISH (PRIVAT)

  • WpView
    Reads 148
  • WpVote
    Votes 32
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadComplete Mon, Jul 22, 2019
(Silahkan follow dulu) [COMPLETE] Egois itu boleh tapi tetap saja tidak ada yang mau di egoiskan! "GUE MAU KITA PUTUS!" ucapan nia bagaikan harimau keluar sel kandang, meraung sekeras kerasnya tanpa berpikir kedepan akan merusak dan menyakiti hewan yang lebih kecil dan lunak yang berada di sekelilingnya Jika di ibaratkan erza sama seperti hewan kecil tersebut, rasanya ingin mati saja memdengar penuturan sang pacarnya Sungguh Bagai dihantam baja berpuluh puluh ton dada bidang erza sangat sakit,mendengar keputusan nia yang ingin berakhir hubungan dengannya ,hatinya terasa perih bagai tersilet tajam walaupun itu tidak terluka Apakah ini yang dinamakan sakit tapi tidak berdarah Erza masih tertegun sesa'at mendengar penuturan nia kini cahaya sore kota jakarta mulai menggelap tanda sayup malam akan tiba PENASARAN?? Baca aja dulu #5 in romance 19/10/18 #3 in romance 20/10/18
All Rights Reserved
#478
heart
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • NIDA ( END )
  • Cinta Kutu ✓
  • BETWEEN US (STILL COMPLICATED)
  • Chronophile [END]
  • Nanda & Nindi
  • Elan : Childish husband [END]
  • ARSENIO
  • we are different {On Going}
  • Gue Giga [Completed]✔

"Berhenti main main! Gue pengen serius." Tukas Aldi dengan wajah seriusnya, tanpa ada sedikit unsur candaan. Ia nampak sedikit gusar sebab wanita dihadapannya ini tak pernah menganggap ucapannya serius. Nida sedikit ketakutan saat laki laki didepannya itu menaikkan nada bicaranya. Ia juga terkejut,laki laki yang satu ini selalu menjadikan apapun seperti lelucon dan candaan, namun kini dia terlihat begitu serius membuat Nida tak mampu menjawab dan hanya bisa membisu. Sial! Kenapa jantungnya berdegup keras. Ya ampun Nida merasakan pipinya memanas. "Lo harus jawab, nona muda." Aldi mendekatkan tubuhnya pada gadis dihadapannya hingga jarak mereka semakin tipis. Aldi merendahkan pandangannya, sebab tinggi mereka tidak setara. Dan di sini jelas Nida lah yang tidak terlalu tinggi. Nida mengangkat kepala dan pandangannya. Aish! Jantungnya sangat berdegup kencang. "Runtuhin tameng hati gue. Buat gue percaya akan hal itu." Ujar Nida dengan bersikeras menahan degupan di dada nya. Seulas senyuman terukir di wajah indah Aldi, dia kemudian mengambil jarak kembali menjauhkan tubuhnya,sebab ia tahu bahwa gadis dihadapannya itu tidak nyaman. "Setelah gue berhasil, gue gak bakal lepasin lo. Gue yang akan jadi pemenang. Hm?" Terdengar jelas seperti tantangan Aldi berucap. Membuat Nida semakin kalut. Ahhg! Aldi selalu saja berhasil membuat desiran aneh dalam tubuh Nida. Demi apapun Nida ingin menendang Aldi jauh jauh saat jantungnya berdegup keras. Bisa semakin malu ia jika Aldi mendengar degupan jantungnya. Tanpa Nida sadari, ia lah yang terjebak oleh ucapannya itu. Antara hati dan logika. note : ( Beberapa adegan terinspirasi dari cerita orang sekitar. ) ( Dipublikasikan pada : 6 Juli 2020 ) ( End ) ( Dilarang copas, atau plagiat cerita ini! Mikir sendiri jangan seenaknya, lu kira nyari ide cerita segampang nyari upil? ) Rank 1 #Nida ( 8 Juli 2023 ) Rank 1 #pdkt ( 21 Juli 2023 )

More details
WpActionLinkContent Guidelines